Beberapa wartawan mewawancarai Presiden Brazil Jair Bolsonaro hari Selasa lalu di kediamannya. Para wartawan ini sekarang dikarantina. (Foto:Ruters)

Usai Wawancara Presidennya, Beberapa Wartawan Brazil Dikarantina

Internasional 09 July 2020 11:35 WIB

Sejumlah wartawan televisi Brazil ditarik dari tugas di lapangan setelah mereka mewawancarai Jair Bolsonaro yang positif mengidap virus corona.

Para wartawan tersebut dikarantina sampai hasil uji corona mereka dinyatakan negatif.

Pada Selasa 7 Juli lalu di kediaman resminya, Bolsonaro di depan sejumlah wartawan televisi mengatakan bahwa ia menjalani tes COVID-19, yang hasilnya positif.

Saat Bolsonaro memberikan pengumuman itu, beberapa mikrofon diletakkan di depan dada sang presiden --tanpa ada jarak minimal satu-dua meter seperti yang disarankan oleh para pakar medis guna menghindari penularan virus.

Presiden beraliran kanan itu kemudian memundurkan jarak dari para wartawan serta mencopot maskernya, dengan alasan bahwa ia ingin memperlihatkan wajahnya sebagai bukti bahwa ia baik-baik saja.

Dalam pernyataan terpisah melalui surat elektronik, CNN Brasil, Record TV dan media pemerintah, Brazil Communication Company (EBC), mengatakan mereka telah menarik wartawannya dari tugas di lapangan setelah wawancara dengan Bolsonaro itu.

Serikat wartawan untuk Distrik Federal, tempat Brasilia berada, menyeru media untuk menangguhkan peliputan Bolsonaro secara langsung.

Sang presiden sendiri telah membatalkan kegiatan di lapangan namun akan tetap melakukan konferensi video.

Bolsonaro telah beberapa kali meremehkan pandemi virus corona. Ia menyebut virus itu sebagai "flu ringan". Ia juga menentang pembatasan sosial yang diberlakukan negara-negara bagian dan kota, dengan alasan bahwa langkah-langkah itu terlalu merusak perekonomian.

Virus corona jenis baru telah menulari lebih dari 1,6 juta orang di Brazil. Selain itu, lebih dari 66.000 orang meninggal karena penyakit pernapasan COVID-19, yang disebabkan oleh virus itu.

Bolsonaro pada Rabu kemarin mengatakan di Twitter bahwa ia berada dalam keadaan "sangat baik", sambil memuji penggunaan obat antimalaria hydroxychloroquine --yang tidak terbukti efektif mengobati COVID-19-- untuk mengobati gejala ringan yang dialaminya. (ant/rtr)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

09 Aug 2020 13:20 WIB

Ponorogo Gelar Balap Sepeda saat Pandemi Covid-19

Jawa Timur

Bupati Cup Ponorogo Drag Bicycle 2020 digelar, Minggu 9 Agustus 2020.

09 Aug 2020 12:46 WIB

Lakon Sabdo Pandito Rakjat Berkisah Tentang Dalang Ki Nartosabdo

Hiburan

Sore ini bisa disaksikan secara streaming di Youtube.

09 Aug 2020 12:20 WIB

Video Latihan Anggota Paskibra yang hanya Berjumlah 8 Orang

Nasional

Paskibraka tak menyangka bisa dua kali bertugas gara-gara corona.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...