Usai Cekcok, Perempuan Diduga Tabrakkan Diri ke KA

26 Mar 2019 19:55 Jawa Timur

Diduga tidak kuat menahan beban keluarga, Sulastri, 42 tahun nekat menabrakkan dirinya ke arah Kereta Api (KA) Tawangalun di Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Selasa, 26 Maret 2019. Perempuan warga Desa Ngepoh, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo itu akhirnya tewas.

Dugaan pekerja PT Kutai Timber Indonesia (KTI) itu bunuh diri diperkuat keterangan sejumlah saksi. "Saya sempat menyaksikan perempuan itu mondar-mandir di sekitar rel. Motornya diparkir, begitu ada kereta api lewat ia langsung berlari ke arah kereta," ujar Suraji, warga Bayeman.

Suraji mengaku, bersama warga lain sempat berteriak-teriak mengingatkan, ada kereta lewat tetapi tidak digubris perempuan itu. "Saya teriaki kalau ada sepur malah dia berlari mendekati kereta api," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kapten Muhammad Halil, Kepala Peleton Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) Daerah Operasi 9 Jember. Dikatakan hasil informasi yang didapat di sekitar kejadian, kalau korban sebelum ditabrak KA sudah di lokasi.

"Begitu KA dekat, Sulastri berdiri di tengah rel. Informasi yang kami dapat seperti itu," ujarnya.

Mayat korban kemudian dievakuasi ke RSUD dr Mohamad Saleh, Kota Probolinggo. Pihak keluarga kemudian berdatangan ke kamar mayat RSUD di Jalan Pandjaitan. Sebagian di antara mereka tampak histeris dan menangis sejadi-jadinya.

Bahkan Arfi (39), adik korban sempat menerobos kerumunan warga di depan kamar mayat. Ia memaksa hendak menyaksikan jasad kakaknya di dalam kamar mayat. Pihak keluarga dan satpam RSUD berusaha mencegahnya.

Waqik, ayah korban mengatakan, anaknya mengakhiri hidupnya seperti itu diduga akibat ulah suaminya. Karena sebelumnya Sulastri dan suaminya sering terlibat pertengkaran sehingga korban pulang ke rumah Waqik. "Pemicu pertengkaran adalah soal ekonomi. Suaminya tidak kerja. Yang kerja anak saya," ujarnya.

Waqik menambahkan, menantunya sering meminta uang ke Sulastri. Alasannya, untuk membayar utang sebesar Rp 20 juta. Namun menantunya tidak menjelaskan kepada istrinya utang ke siapa dan mengapa sampai sebanyak itu. (isa)

Reporter/Penulis : Ikhsan Mahmudi
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini