Pelaku bom Sri Lanka (dilingkari).

Usai Bom Mengguncang Sri Lanka, Dilarang Pakai Cadar

Internasional 29 April 2019 12:17 WIB

Pemerintah Sri Lanka telah mengesahkan undang-undang darurat untuk menyikapi teror bom beruntun pada Minggu Paskah, 21 April 2019. Dikutip dari Independent.co.uk, kantor Presiden Maithripala Sirisena menyebut larangan bagi pakaian atau barang apa pun yang menghalangi identifikasi wajah seseorang.

Burka, cadar, atau niqab yang menutup sebagian besar kepala dan wajah resmi dilarang selama berlakunya undang-undang darurat di Sri Lanka.

Dari total 21 juta penduduk Sri Lanka yang mayoritas beragama Budha, 10 persen di antaranya merupakan umat Muslim. Muslimah Sri Lanka jarang ada yang mengenakan cadar, niqab, dan penutup wajah lainnya. Hanya segelintir dari mereka melakukan itu.

Sepekan setelah serangan bom beruntun yang menewaskan lebih dari 250 orang, gereja-gereja Katolik di negara itu tetap ditutup atas alasan keamanan. Aparat juga terus memburu sekitar 140 orang yang diduga terlibat jaringan teroris di Sri Lanka.

Pemerintah Sri Lanka sudah menyatakan kelompok Jemaah Tauhid Nasional (NTJ) dan Jemaah Agama Ibrahim (JMI) sebagai organisasi terlarang. Pemimpinnya, Zahra Hashim, diduga adalah otak serangan teror yang tewas dalam serangan di Hotel Shangri-La. (yas)

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

07 Aug 2020 19:30 WIB

Di Sri Lanka, Kakak Jadi Perdana Menteri, Adik Jadi Presiden

Internasional

Mahinda terpilih jadi PM, akan dilantik adiknya, Presiden Gotabaya

14 Apr 2020 08:03 WIB

Kemarin, Corona di China Kembali Naik dan Cara Unik di Sri Lanka

Internasional

Berita ngopibareng kemarin, virus Corona kembali meningkat tajam di China.

13 Apr 2020 23:00 WIB

Sri Lanka Wajibkan Jasad Korban Corona Dikremasi

Internasional

Abaikan protes warga muslim, jasad korban corona dikremasi di Sri Lanka.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...