Wali Kota Risma dan Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan saat meninjau olah TKP Rumah Bomber tiga gereja di Surabaya. (Foto:frd/ngopibareng.id)

Upaya Pemkot Kembalikan Psikis Anak-anak Surabaya Pasca Teror Bom

Surabaya 22 May 2018 00:09 WIB

Pasca peristiwa bom yang terjadi pekan lalu, Pemerintah Kota Surabaya terus melakukan upaya mengembalikan kota menjadi normal seperti biasanya. Termasuk bagaimana memulihkan kondisi psikis anak-anak Surabaya.

Dalam hal ini, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menggandeng semua pihak terutama para guru, psikolog, dan psikiater untuk mengatasi dan menghilangkan rasa takut dan trauma anak-anak Surabaya.

“Kita membuat tim yang terdiri dari para psikolog dan psikiater untuk bersama-sama menyembuhkan kondisi psikis dari anak-anak (korban) ini,” kata Risma, saat melakukan audiensi bersama para psikolog di ruang kerjanya Balai Kota, Senin, 21 Mei 2018.

Berbagai upaya pun ditempuh untuk mengembalikan kondisi psikis anak-anak Surabaya. Risma mengatakan,  pihaknya akan melakukan  treatment khusus demi mengembalikan kondisi anak-anak kembali seperti semula.

“Terkait untuk treatment psikolog, kami sudah serahkan kepada ahlinya. Jika semua sudah clear, baru nanti saya akan masuk untuk memberikan semangat dan motivasi kepada anak-anak ini,” ujar Risma.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Antiek Sugiharti menyampaikan pendampingan yang dilakukan kepada anak-anak ini, baik melalui individu, dan juga pada kelompok seperti di sekolah-sekolah.

Pendampingan pun dilakukan tidak hanya bagi para korban. Namun, juga pada para teman korban dan teman pelaku. Pihaknya sengaja menggandeng para psikolog klinis, Asosiasi Psikolog Sekolah Indonesia (APSI) dan Himpunan Psikolog Indonesia (HIMPSI).

“Saat ini kita lebih fokus dulu melakukan pendampingan kepada sekolah dari pelaku-korban dan sekolah dari para korban,” kata dia.

Kedepan, pihaknya bersama para psikolog, juga berencana akan mengunjungi semua sekolah di Surabaya. Hal ini dilakukan demi memberikan pemahaman kepada anak-anak Surabaya agar tidak lagi merasa takut dan khawatir.

“Saat ini sudah ada delapan sekolah SD, SMP, dan SMA sederajat yang sudah kita kunjungi, dan ini akan berlanjut untuk semua sekolah di Surabaya,” kata Antiek.

Sementara itu, Ahli psikolog dari Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Jawa Timur Laksmi Wijayanti mengatakan kini pihaknya terus melakukan konseling pada anak-anak.

“Kita lakukan konseling baik itu secara individual maupun kelompok di sekolah-sekolah,” ujar Laksmi, memungkasi. (frd)

Penulis : Farid Rahman

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

09 Jul 2020 22:20 WIB

DMI Surabaya Perkenalkan Konsep Masjid Tangguh Semeru, Besok

Surabaya

Konsep Masjid Tangguh Semeru untuk kenyamanan jamaah dalam beribadah

09 Jul 2020 22:10 WIB

Diterpa Isu Miring, PKB Tetap Kokoh Dukung Machfud Arifin

Pilkada

PKB dikabarkan akan lepas dari koalisi besar MA

09 Jul 2020 19:13 WIB

Limbah Senyawa Klorin Cemari Sungai Surabaya Selama Pandemi

Surabaya

Ecoton ingin pemerintah membuat pembuangan limbah klorin.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...