Wali Kota Probolinggo saat memimpin apel dengan berpakaian gamis. (Foto: Humas/ngopibareng.id)

Upacara Unik Berbusana Tradisional dan 6 Bahasa

Jawa Timur 05 September 2019 00:20 WIB

Ada pemandangan unik saat upacara bendera di halaman Pemkot Probolinggo,Rabu, 4 September 2019. Semua peserta upacara mengenakan beragama busana tradisional nusantara dan pembawa acara menggunakan enam bahasa.

Upacara unik itu untuk memperingari Hari Jadi Kota Probolinggo ke-660 yang jatuh pada 4 September. Upacara ‘Ngenga’eh Areh Kadaddiyanepon Kottah Probolinggo Sekapeng 660’ itu dipimpin Wali Kota Hadi Zainal Abidin yang mengenakan baju gamis (Arab).

Sementara Wawali Mochammad Soufis Subri memakai busana etnis Tionghoa dan Pj Sekda Achmad Sudiyanto berbaju Jawa Timuran. Para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemkot juga berbusana berbagai etnis.

Upacara dibuka dengan lima bahasa yang diwakili masing-masing etnis seperti Bahasa Indonesia, Jawa, Madura, Tionghoa, Inggris dan Arab. Saat menyampaikan sambutan, wali kota yang akrab dipanggil Habib Hadi itu menggunakan Bahasa Madura.

Dengan bahasa Madura yang fasih, Habib Hadi mengupas sejarah Kota Probolinggo. Selain itu Pengasuh Pesantren Riyadlus Sholihin, Ketapang, Probolinggo itu juga menyampaikan program pemerintahan di masa kepemimpinannya, penghargaan yang diraih selama tahun 2019 dan harapan-harapannya kepada masyarakat.

Habib Hadi menjelaskan, sengaja membuat konsep menggunakan bahasa dan pakaian yang beragam. “Kami ingin menunjukkan Kota Probolinggo yang luar biasa, bisa menjaga kebersamaan dan kerukunan yang tinggi,” katanya.

Usai upacara wali kota dan jajaran Pemkot membagi-bagikan nasi kotak kepada warga yang melintasi jalan di depan Pemkot Probolinggo.

Prajurit Kodim 0820 Probolinggo ikut ambil bagian di acara pamungkas Apel Hari Kota Probolinggo. Satu pleton prajurit berjumlah 30 personel unjuk gelar kolone senapan.

Kolone senapan adalah keterampilan TNI dalam menggunakan senapan. Bukan tata upacara, tetapi baris-berbaris yang dimodifikasi dengan penggunaan senapan. Tahap per tahapnya sudah dimodifikasi. Ada hormat senjata, periksa kelengkapan, kosongkan senjata. Yang sempat bikin heboh saat komandan pleton berjalan moon walk ala Michael Jackson.

Unjuk gelar kolone senapan ini sengaja ditampilkan saat apel hari jadi, Rabu, 4 September 2019 pagi. “Ini sebenarnya sesuai. Kami berencana mau menampilkan ini, pak wali minta ada aksi, jadi pas. Sehingga kami ikut memeriahkan hari jadi,” jelas Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf Imam Wibowo. (isa)

Penulis : Ikhsan Mahmudi

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

08 Jul 2020 22:00 WIB

Tambah 24 Kasus Baru, Positif Covid-19 Menjadi 130 Orang

Jawa Timur

Akumulasi 130 warga yang positif Covid-19 d Kota Probolinggo.

08 Jul 2020 21:08 WIB

8 Karyawan Positif Covid-19, PT KTI Libur 14 Hari

Jawa Timur

Sekitar 3.800 karyawan PT KTI diliburkan selama 14 hari

06 Jul 2020 21:14 WIB

31 Kasus Baru, Termasuk 11 Tenaga Kesehatan Positif Covid-19

Jawa Timur

Ada 11 tenaga kesehatan (nakes) positif Covid-19.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...