Unusa Wisuda Seorang Nenek 5 Cucu, IPK 3,57

11 Sep 2019 17:25 Unusa Gateway

Belajar tak kenal usia, ungkapan ini cocok untuk Maria Lidwina Endang Suwarni. Ia resmi menyandang gelar S1 Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PG-PAUD). Di usia 70 tahun, ia meraih gelar sarjana dari Universitas Nahdatul Ulama Surabaya (Unusa).

Endang, biasa ia disapa, menceritakan awal mula ia melanjutkan pendidikan S-1. Ada dorongan dari Kepala PAUD tempatnya mengajar.

"Sejak 2005 saya mengajar PAUD. Itu karena pengalaman saja mengajarnya. Saya berasal dari ibu-ibu PKK. Sampai akhirnya di tahun 2015, ada salah satu kader PAUD juga yang mengatakan bahwa guru PAUD seyogyanya juga kuliah," ujar Endang, usai prosesi wisuda pada Rabu, 11 September 2019.

Menyadari hal ini, Endang berbicara dengan anak-anaknya bahwa ia ingin kuliah dengan jurusan PG-PAUD di Unusa. Beruntung, keluarga mendukung langkahnya tersebut.

"Di 2015 saya masuk, dan saya senang sekali sekarang saya menjadi sarjana tepat waktu selama 4 tahun berkuliah," ujar nenek dari 5 orang cucu ini.

Saat menjalani kuliah di usia senja, tentu bukan hal mudah bagi ibu tiga orang anak ini. Endang mengatakan, karena faktor usia dirinya tidak bisa langsung menangkap pelajaran yang diterangkan dosen dengan mudah.

Bahkan, saat UAS atau UTS ia harus membaca soal secara berulang-ulang untuk memahami soal tersebut sebelum menjawabnya. 

"Kalau di kelas saya tidak tahu penjelasan dosen, saya langsung angkat tangan dan bertanya. Mereka (dosen) baik-baik orangnya, jadi selalu menerangkan lagi pada saya," kenang Endang.

Endang yang lulus dengan IPK 3,57 ini juga menceritakan, bagaimana ia selama 4 tahun menimba ilmu di Unusa yang jarak jauh dari kediamannya. 

"Rumah saya di Manukan Mukti. Jadi saat kuliah setiap hari. Pagi diantar anak saya sekaligus dia kerja, dan pulangnya saya naik bemo (angkot) oper dua kali baru sampai rumah," paparnya.

Meski begitu, saat kuliah Endang tak melupakan sekolah PAUD tempatnya mengajar, yaitu PPT Dewi Sartika. Setiap Sabtu saat kuliah libur Endang selalu menyempatka diri untuk mengajar murid-muridnya. 

Harapan Endang setelah menyandang gelar sarjana, ialah tetap mengajar di PPT Dewi Sartika dan menyalurkan ilmunya pada siswanya. 

"Tetap mengajar setelah lulus, mengaplikasikan ilmu di bangku kuliah untuk mendidik anak-anak yang merupakan masa depan bangsa Indonesia," ungkapnya. 

Tak ada kata terlambat dalam belajar. Berkaca dari semangat 'nenek' Endang harusnya para generasi muda memanfaatkan waktu untuk belajar, dan tidak melakukan tawuran yang mencoreng citra anak milenial.

Penulis : Pita Sari
Editor : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini