Umat Islam Jangan Anti-Kemajuan, Ini Kritik Haedar Nashir

12 Mar 2018 12:27 Khazanah

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, sudah saatnya umat Islam maju dari keterpurukan, baik dalam bidang ekonomi, sosial, maupun politik.

Mengapa umat islam harus maju? Haedar menyebutkan bahwa umat Islam harus maju untuk menciptakan khaira ummah (ummat terbaik), serta membangun islam sebagai dinul hadoroh (agama membangun peradaban).

“Muhammadiyah tidak mungkin bisa membantu orang miskin, anak yatim, jika tidak memiliki institusi dan ekonomi yang kuat, amal usaha dibangun baik dalam bidang pendidikan hingga kesehatan bertujuan untuk membantu kaum-kaum yang lemah,” ucap Haedar, dalam keterangan diterima ngopibareng.id, Senin (12/3/2018).

Haedar menambahka, umat Islam di Indonesia merupakan mayoritas secara jumlah, tetapi dalam banyak hal tertinggal.
“Dari ekonomi, maupun politik kita tertinggal, memang akan ada problem-problem yang menyebabkan kita tertinggal, namun kita harus bangkit sebagai sumber kekuatan,” tegas Haedar, yang sebelumnya menyampaikan materi di Surakarta.

Haedar menyayangkan masih ada beberapa pihak yang menilai bahwa dengan dibangunnya amal-amal usaha oleh Muhammadiyah bukan lah cara yang islami membangun peradaban.

“Mereka-mereka yang beranggapan bahwa amal usaha yang dibangun Muhammadiyah hanyalah untuk urusan duniawi sangat salah besar, amal usaha ini dibangun lahir dari pandangan islam sebagai dinul hadoroh,” jelas Haedar.

“Umat Islam jangan anti terhadap kemajuan,” imbuh Haedar.

Islam, lanjut Haedar, terbagi dalam empat dimensi yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya, yaitu terdiri dari dimensi ibadah, akhlak, muamalah, dan duniawiyah. Sehingga, janganlah menganggap islam itu hanyalah akidah, dan ibadah.

“Seluruhnya harus dijiwai dengan nilai-nilai Islam, baik akidah, ibadah, akhlak, muamalah, maupun duniawiyah,” pungkas Haedar. (adi)

Penulis : Riadi


Bagikan artikel ini