Ulama Harus Hadir di Tengah Masyarakat, Pesan Yunahar Ilyas

23 Jan 2019 23:38 Khazanah

Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas mengingatkan, keberadaan Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) dalam rangka untuk belajar ilmu alat supaya bisa menarik suatu hukum dari nash-nash yang ada.

“Ilmu itu seperti Quran, hadis, dan bahasa, agar tidak salah dalam memahami nash. Selain itu, seorang ulama harus mempunyai rasa takut kepada Allah. Ulama bukan hanya ilmuan saja, tapi semakin dalam ilmunya semakin takut kepada Allah,” jelas Yunahar, dalam keterangan diterima ngopibareng.id, Rabu 23 Januari 2019.

Selain itu, menurutnya ulama juga harus mampu hadir ditengah-tengah masyarakat, mengurusi masyarakat.

“Jangan hanya di perpustakaan, dialah yang akan menjawab, membimbing, dan memberikan fatwanya. PUTM ingin mengkader dan satu tahap akan diuji di tengah-tengah masyarakat. Diuji ilmunya, hatinya, istiqomahnya, dan keberadaannya,” tutur Yunahar Ilyas.

“Ilmu itu seperti Quran, hadis, dan bahasa, agar tidak salah dalam memahami nash. Selain itu, seorang ulama harus mempunyai rasa takut kepada Allah. Ulama bukan hanya ilmuan saja, tapi semakin dalam ilmunya semakin takut kepada Allah,” jelas Yunahar Ilyas.

Ia mengungkapkan hal itu, terkait program Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan meresmikan gedung asrama baru. Hal itu, merupakan hasil dari MoU antara Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pakem dengan Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Pusat Muhamamdiyah.

Gedung yang menempati tanah wakaf seluas 2000 m2 tersebut diresmikan langsung Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas di Pakem, Sleman, Senin 21 Januari 2019.

PUTM merupakan satu program dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk melahirkan kader-kader tarjih yang mempunyai rasa khosyah (takut) kepada Allah. Memiliki pemahaman al-Quran dan sunnah, kemampuan bahasa Arab, Inggris. Serta mempunyai keshalehan yang tinggi, sehingga mereka mampu menjadi qudwah, leader organisasi, umat dan bangsa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada munfiqin dan muhsinin karena telah mewakafkan tanahnya untuk PUTM”, ujar Fahmi Muqaddas, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) PUTM. (adi)

Reporter/Penulis : Riadi


Bagikan artikel ini