Calon walikota Pasuruan Saifullah Yusuf mengikuti uji publik gelar akademik. (Foto: Ist/Ngopibareng.id)
Calon walikota Pasuruan Saifullah Yusuf mengikuti uji publik gelar akademik. (Foto: Ist/Ngopibareng.id)

Uji Publik Ijazah, Gelar Palsu Jadi Sorotan

Ngopibareng.id Pilkada 21 September 2020 20:46 WIB

Tabayun dan uji publik ijazah dua pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Pasuruan yang digelar Pegiat Pandawa Pasuruan hanya dihadiri pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Adi Wibowo (Mas Adi). Sementara pada Gan Raharto Teno Prasetyo-Hasjim Asari tidak hadir hingga acara berakhir.

“Kami sebenarnya sudah mengundang dua paslon. Tapi yang hari ini berani hadir hanya Gus Ipul-Mas Adi, sedangkan Teno-Hasjim tidak jelas padahal undangan sudah kami kirimkan,” ujar koordinator Pandawa Pasuruan Suratman, Senin 21 September 2020.

Uji publik kali ini digelar untuk menanggapi keresahan sejumlah LSM dan banyak tokoh masyarakat yang merasa tidak mendapatkan informasi yang utuh terkait ijazah masing-masing bakal paslon yang saat ini berlaga dalam Pilkada Kota Pasuruan.

Pihaknya mengaku mendapatkan banyak keresahan karena bapaslon yang diduga tidak memiliki ijazah S1 padahal sering menggunakan gelar S1.

Karenanya dalam uji publik kali ini panitia sengaja fokus pada penggunaan gelar palsu kedua paslon.

Sementara itu baik Gus Ipul dan Mas Adi datang ke forum tabayun dengan membawa ijazah lengkap mulai SD, SMP, SMA hingga S1. Bahkan Mas Adi datang dengan membawa ijazah S2 dari Universitas Indonesia.

“Kami sengaja datang untuk menjelaskan kesimpangsiuran informasi. Kami siapkan semua buktinya ijazah kami lengkap,” ujar Gus Ipul.

Menurut Gus Ipul, ijazahnya juga sudah terverifikasi. Apalagi Gus Ipul juga sudah beberapa kali mengikuti Pilkada. “Saya sudah empat kali Pilkada. KPU sudah ke sekolah saya dan klir semua ijazah sudah terverifikasi,” kata dia.

Hal yang sama diungkapkan Adi Wibowo. Menurut dia, kedatangannya bersama Gus Ipul kali ini adalah bagian dari komitmen untuk menghadirkan akuntabilitas.

“Saya ini kebetulan dari SD sampai S2 di sekolah negeri. Saya juga sempat di BPK yang juga mengharuskan ijazah S2,” kata Adi Wibowo.

Sementara itu, dalam acara kali ini juga dilakukan penandatangan pakta integritas yang berisi tidak akan melakukan kebohongan, serta berperan aktif dalam mewujudkan pemilukada yang aman dan berintegritas serta taat pada protokol kesehatan.

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

02 Dec 2020 07:20 WIB

Masjid Lautze Karim Oei Simbol Pembauran Etnis Tionghoa

Feature

Dibangun oleh muslim Tionghoa yang pernah menjadi pejuang kemerdekaan.

02 Dec 2020 07:15 WIB

Dua Lagi

Dahlan Iskan

Ketegangan pemili AS beralih ke Georgia. Kenapa?

02 Dec 2020 06:36 WIB

Mahfud MD Berang, Massa Ganggu Rumah Ibunya di Pamekasan

Nasional

Rumah ibunda digeruduk massa berbaju putih-putih.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...