UIN Jogya Tiru Enam Negara Ini Larang Wanita Bercadar

05 Mar 2018 23:20

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Alergi dengan busana wanita bercadar tak cuma ramai di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Jogjakarta. Tapi juga di Denmark.

Paling mutakhir, Denmark, akan menjadi negara Eropa keenam yang melarang niqab atau cadar di tempat umum. Lima negara lainnya, Prancis, Belgia, Belanda, Bulgaria, dan negara bagian Bavaria di Jerman.

Dan rupanya sekarang, tambah satu lagi di "negara kampus UIN Jogjakarta."

Kalau wanita bugil di pantai malah boleh ya? Seperti hak kalian telanjang maka hak dan kewajiban Muslimah di penjuru dunia adalah menutup auratnya. Lagian, gak merugikan orang lain. Toh aurat-auratnya sendiri. Ngapain dilarang? Kalian keki ya gak bisa "mesum otak" lihat wajah cantik Muslimah ya? Begitu warganet ramai-ramai protes.

Apa boleh buat. Pemerintah Denmark, pekan ini sudah mengumumkan rencana melarang pemakaian cadar di tempat-tempat umum di seluruh negara Eropa utara tersebut.

Menurut pihak pemerintah, seperti dikutip muslimdaily.net, cadar dianggap tidak sesuai dengan nilai masyarakat Denmark , demikian ungkap Menteri Kehakiman Soren Pape Poulsen kepada The Independent, sebagaimana dilansir aboutislam.net.

Mereka yang melanggar keputusan akan didenda dengan jumlah 1.000 kroner (120 pounds/2.2 juta rupiah) dan sampai 10.000 kroner (1.200 pounds/22 juta rupiah) jika mereka berulang kali tertangkap.

“Dengan larangan, kami menggambar garis di pasir dan menetapkan bahwa di sini di Denmark, kami saling menunjukkan kepercayaan dan rasa hormat dengan saling bertemu muka,” tambah menteri tersebut.

Sejak Oktober 2017 lalu, tiga partai, yang membentuk koalisi pemerintah, telah mengumumkan dukungan mereka atas larangan tersebut.

Menurut The Independent, undang-undang tersebut diperkirakan akan mempengaruhi kurang lebih dari 200 wanita di Denmark. Namun penutup wajah lainnya, seperti kostum Halloween dan seragam maskot olahraga, masih akan diizinkan.

Pada bulan Juni 2017, Norwegia juga mengusulkan larangan cadar di tempat-tempat tertentu seperti taman kanak-kanak, sekolah, dan universitas.

Dan sekarang, nah, diikuti kampus UIN di Jogjakarta. (dmr)