Profesor Imam Santoso (kiri) dan Profesor Adi Susilo, PhD (kanan) saat menyampaikan hasil risetnya di Gedung Widyaloka UB. (Foto: Theo/ngopibareng.id)
Profesor Imam Santoso (kiri) dan Profesor Adi Susilo, PhD (kanan) saat menyampaikan hasil risetnya di Gedung Widyaloka UB. (Foto: Theo/ngopibareng.id)

UB Kukuhkan 2 Profesor, Salah Satunya Ungkap Potensi Minyak Bumi

Ngopibareng.id Pojok Unibraw 01 October 2019 16:15 WIB

Universitas Brawijaya (UB) Malang akan mengukuhkan dua guru besarnya di Gedung Samantha Krida, Rabu 2 Oktober 2019. Kedua guru besar tersebut yaitu Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP, sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Sistem dan Manajemen Agroindustri pada Fakultas Teknologi Pertanian (FTP). Serta Profesor Drs. Adi Susilo, MSi., Ph.D sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Geofisika Kebencanaan dan Eksplorasi Sumber Daya Alam Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Salah satu guru besar, yaitu Profesor Adi Susilo mengungkapkan bahwa terdapat potensi minyak bumi yang ada di Malang Selatan.

"Di Malang Selatan itu letaknya di lepas pantai. Secara geologis ada (minyak bumi). Jadi perlu dieksplorasi lebih lanjut," ungkapnya pada Selasa 1 Oktober 2019 di Gedung Widyaloka UB.

Menurut Adi saat ini di Indonesia baru sekitar 60 cekungan saja yang masih dieksplorasi untuk menggali potensi minyak bumi.

"Sedangkan di Indonesia itu punya 120 cekungan yang berpotensi menyimpan minyak bumi termasuk di daerah Malang Selatan," tuturnya.

Meski memiliki potensi minyak bumi, Adi menjelaskan terlebih dahulu mesti dipilah mana yang bisa dieksploitasi dan mana yang tidak. "Untuk menuju ke sana, butuh kajian lebih lanjut," ujarnya.

Adi mencontohkan bahwa di daerah Randu Gunting, Tuban, Jawa Timur telah ditemukan potensi minyak bumi dengan kedalam sekitar 500 meter.

“Potensinya ada, tinggal cari titik eksploitasinya. Maka harus tahu dulu ketebalan lapisan berapa, baru diketahui mana yang layak dibor,” ujarnya.

Selain di selatan, pada Malang bagian utara juga tersimpan potensi energi geotermal. Menurut Adi hal itu disebabkan oleh kondisi geografis Malang yang dikelilingi gunung-gunung seperti Semeru, Bromo, dan Raung.

"Manfaat geotermal ini salah satunya adalah untuk pembangkit listrik yang bersumber dari uap panas yang dikeluarkan dari gunung itu terus-terusan ada," ujarnya.

Selain itu menurut Adi, geotermal juga bermanfaat bagi kebutuhan industri pariwisata seperti adanya pemandian air hangat.

Pada pengukuhannya besok, Adi akan berpidato mengenai penelitiannya berjudul "Pemodelan Konduit Lumpur Sidoarjo, Kebencanaan dan Eksplorasi Sumber Daya Alam".

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

27 Oct 2020 19:54 WIB

Gubernur Ganjar akan Kaji SE Menaker Sebelum Diberlakukan

Nusantara

Gubernur Jateng tidak akan buru menerapkan SE menaker tentang UMP 2021.

27 Oct 2020 18:51 WIB

Gubernur Jateng Turunkan Tim Tangani Banjir di Kebumen

Nusantara

Tim yang diturunkan terdiri dari DPU PSDA dan BPBD.

27 Oct 2020 18:35 WIB

Ribuan Buruh Ancam Menginap di Kantor Gubernur Jatim

Reportase

Hingga pukul 17.30 aksi buruh masih berlangsung.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...