Aksi demonstrasi besar di Pakistan yang cukup menghebohkan dunia. (Foto: afp)
Aksi demonstrasi besar di Pakistan yang cukup menghebohkan dunia. (Foto: afp)

Tuntut PM Imran Khan Mundur, Ini Demonstrasi Terbesar di Pakistan

Ngopibareng.id Internasional 19 October 2020 15:05 WIB

Aksi ini tak mempedulikan kondisi pandemi Covid-19. Puluhan ribu masyarakat Pakistan turun ke jalan di kota Karachi. Mereka menuntut Perdana Menteri Imran Khan untuk mundur dari jabatannya.

Pengunjuk rasa menilai Khan mencurangi pemilihan umum 2018 lalu. Pada bulan lalu sembilan partai oposisi membentuk sebuah wadah gabungan yang dinamakan Pakistan Democratic Movement (PDM).

"Anda mencuri pekerjaan dari rakyat, anda mencuri makanan dua kali satu hari dari rakyat," kata ketua oposisi Maryam Nawaz dalam orasinya, Senin 19 Oktober 2020.

Nawaz merupakan putri dari mantan perdana menteri tiga periode Nawaz Sharif. Kehadirannya menarik banyak kerumunan berkumpul.

Unjuk rasa ini semakin besar di hari ketiga. "Petani-petani kami kelaparan di rumah mereka, remaja kami kecewa," kata ketua oposisi lainnya Bilawal Bhutto Zardari.

Unjuk rasa ini digelar saat Pakistan mengalami krisis ekonomi yang diperparah pandemi virus Corona. Inflansi di negara itu mencapai dua digit dan pertumbuhan negatif.

Oposisi menilai hal itu disebabkan oleh kegagalan pemerintahan Khan. Perdana menteri yang menjabat di tahun keduanya itu menyensor dan menindak keras kritikus dan pemimpin oposisi.

"Inflasi mematahkan punggung orang miskin yang terpaksa mengemis untuk memberi anak mereka makan," ujarnya.

"Saat ini sudah saatnya pemerintah mundur, mundur Imran mundur," imbuhnya, seperti dilansir AFP.

Pemilihan umum selanjutnya dijadwalkan pada tahun 2023. Sebelum unjuk rasa di Karachi ini aliansi oposisi sudah menggelar demonstrasi di timur Gujranwala yang menjadi protes terhadap terbesar sejak Khan menjabat sebagai perdana menteri.

Dalam unjuk rasa di Gujranwala, Sharif yang berada di London menyampaikan pidato dalam sambungan video. Ia menuduh Jenderal Qamar Javed Bajwa mencurangi pemilihan 2018 dan menggulingkannya pada tahun 2017.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Jan 2021 12:00 WIB

Mendikbud Revitalisasi Pendidikan Vokasi di 900 SMK

Pendidikan

Pendidikan vokasi akan dikembangkan kemendikbud di 900 SMK.

25 Jan 2021 11:40 WIB

Comeback, MU Kalahkan Liverpool 3-2

Liga Inggris

Gol bruno Fernandes menjadi gol penutup kemenangan MU

25 Jan 2021 11:39 WIB

Vaksin Merah Putih Disiapkan untuk Gantikan Vaksin Covid-19

Nasional

Ilmuan dorong pemerintah perhatian serius terhadap vaksin merah putih.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...