Presiden Jokowi memimpin upcara HUT TNI ke-74 di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta Timur Sabtu 5 Oktober 2019. (Foto: Setpres)

HUT TNI Ke-74, Presiden Siapkan 750 Jabatan Baru Para Perwira

Nasional 05 October 2019 17:24 WIB

Presiden Joko Widodo mengatakan cita-cita bangsa Indonesia untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia harus didukung angkatan perang yang kuat. Oleh karena itu, anggaran belanja akan diarahkan menjadi investasi pertahanan. Pemanfaatan teknologi tinggi ke depan juga tidak bisa ditawar-tawar lagi.

"Di dalam era yang penuh dengan kemajuan teknologi, alutsista yang digunakan TNI harus semakin maju dan SDM TNI juga harus semakin tangguh, semakin adaptif, dan berjiwa sapta marga," kata Presiden Jokowi saat memimpin upacara peringatan HUT ke-74 TNI di Echo Taxi Way, Pangkalan TNI AU Halim Perdanakususma, Jakarta, pada Sabtu, 5 Oktober 2019. 

Dalam kaitannya ini, sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara, Presiden Jokowi memberikan tiga perintah kepada para prajurit TNI.

Pertama, prajurit TNI masa depan harus memiliki kemampuan adopsi dan adaptasi teknologi baru serta menjunjung tinggi kemandirian strategis alutsista produk dalam negeri.

Kedua, prajurit TNI tidak boleh lagi terjebak dalam ego matra. Presiden menegaskan, TNI harus mampu bersinergi dengan kementerian dan lembaga seperti Polri, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Keamanan Laut (Bakamla).

"Ketiga, prajurit TNI wajib menjaga kemanunggalan TNI bersama rakyat melalui operasi bakti dan program Tentara Manunggal Membangun Desa," ujar Presiden.

Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pemerintah terus berkomitmen untuk meningkatkan profesionalisme TNI. Pemerintah juga telah menambahkan 60 jabatan perwira tinggi baru untuk mengoptimalkan peran prajurit.

Selain itu, pemerintah saat ini juga sedang melakukan harmonisasi rancangan Peraturan Presiden tentang organisasi TNI yang akan menambah lebih dari 450 posisi baru untuk perwira berpangkat kolonel dan 300 lebih posisi baru untuk perwira tinggi TNI.

Pemerintah juga terus menambah jumlah alutsista untuk memenuhi target kekuatan pokok minimum tahap kedua.

"Peningkatan kemandirian industri pertahanan nasional juga terus diusahakan sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 serta pendidikan dan latihan prajurit TNI untuk mendukung profesionalisme prajurit," katanya.

Menurut Kepala Negara, pemerintah terus berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan dan fasilitas kerja bagi prajurit TNI. Di samping itu, anggaran pertahanan tahun 2019 sebesar Rp121 triliun akan dinaikkan menjadi lebih dari Rp131 triliun di tahun 2020.

"Pemerintah terus mengupayakan kredit perumahan untuk prajurit hingga jangka waktu 30 tahun dan akan meningkatkan tunjangan kinerja TNI menjadi 80 persen di tahun 2020," katanya.

Di pengujung, Presiden Jokowi kembali mengucapkan selamat ulang tahun kepada seluruh jajaran TNI. Presiden berharap TNI bisa terus menjadi kebanggaan rakyat Indonesia.

"Dirgahayu TNI! Teruslah menjadi tentara profesional dan teruslah menjadi kebanggaan rakyat," katanya.(asm,)

Penulis : Asmanu Sudharso

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

04 Jun 2020 19:33 WIB

Melonjaknya Sebaran Covid-19 di Jawa Timur Jadi Sorotan Presiden

Nasional

Provinsi Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan jadi sorotan

04 Jun 2020 12:39 WIB

Lacak Pasien Corona Lebih Agresif!

Nasional

Presiden Jokowi juga minta magamen data Covid-19 lebih rapi.

04 Jun 2020 07:12 WIB

Ombudsman Menilai Iuran BPJS Kesehatan Tidak Adil

Nasional

Pemerintah bisa mengubah Perpres tentang perubahan kedua

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...