KartelKomunitas Reptil Lamongan Tularkan Virus Cinta Reptil

25 Nov 2018 13:13 Jawa Timur

Menularkan virus cinta reptil. Semangat ini yang selalu diusung Komunitas Reptil Lamongan bernama Kartel.

Mereka mengajak agar masyarakat tidak apreori dan belajar mencintai reptil karena binatang yang kadung di cap buas itu juga bisa lembut jika diperlakukan dengan penuh kasih sayang.

"Terbentuknya Kartel selain menjadi wadah bagi pecinta reptil di Lamongan juga ingin mengajak masyarakat lebih mengenal reptil. Jika sudah mengenal akan tumbuh cinta sehingga tidak menjadi takut lagi pada reptil," kata Wakil Ketua Komunitas Reptil Lamongan Angga Tri Setyawan kepada ngopibareng.id, Minggu 24 November 2018

Kartel sendiri berdiri sejak tahun 2012. Saat ini anggotanya mencapai 75 orang. Setiap anggota memelihara puluhan ekor reptil dari ular, iguana, biawak dan lainnya.

"Di Lamongan terdapat sekitar lima komunitas pecinta reptil. Kartel yang paling tua, karena menjadi pelopor," urai Angga. Selain itu di Kartel para anggota tidak diperbolehkan memelihara reptil berbisa.

Sejak awal berdiri Kartel aktif mengadakan kegiatan pertemuan dan menggelar sosialisasi ke masyarakat di tempat-tempat keramaian di kabupaten Lamongan. "Yang rutin seminggu sekali. Selain menjadi ajang silahturahim anggota, Kartel juga mengadakan sosialisasi kemasyarakst agar tidak takut kepada reptil," jelas pria kelahiran 7 April 1989 ini.

Selain di wilayah kota pertemuan sekaligus sosialisasi reptil kemasyarakst sering diadakan di pusat keramaian di daerah seperti di Terminal Tunggul Paciran, Wisata Boom Anyar Brondong, Wisata Bahari Lamongan (WPK), Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan pusat keramaian lainnya.

Biasanya dalam setiap sosialisasi para anggota Kartel membawa berbagai hewan peliharaannya dan melakukan aktraksi dengan reptil tersebut. Masyarakat yang melihat cenderung tertarik untuk mencoba berinteraksi dengan reptil tersebut.

"Umumnya masyarakat selalu apreori dan takut kepada reptil karena belum mendapatkan pemahaman yang benar jika reptil pun bisa jinak jika kita manusia memperlakukan dengan lembut, " ujar anggota Kartel lainnya Henny.

Selain di tempat-tempat umum Kartel juga sering datang memenuhi undsngan lembaga pendidikan dari TK, SD hingga SMP.di Lamongan. Anak-anak yang semula ketakutan melihat reptil akhirnya jadi berani bersosialisasi dan tak sedikit yang minta bisa megelus dan menggendong ular dan reptil lainnya.

Tidak hanya menularkan virus cinta reptil, Kartel juga sering mengadakan kegiatan sosial. Seperti menggalang dana kemanusiaan untuk korban Bencans gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu.

Saat itu di Terminal Tunggul Paciran Kartel menggalang dana dengan mengajak foto pengunjung dengan ular dan biawak. Untuk bisa berfoto mereka bisa membantu dana seikhlasnya. Hasil yang terkumpul kemudian di serahkan ke lembaga terpercaya untuk disalurkan ke korban bencana.

"Tidak hanya menularkan virus cinta reptil, kami juga ingin bisa memberikan manfaat bagi sesama, " pungkas Angga (tok)

Reporter/Penulis : Totok Martono
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini