Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia (RI), Abdul Malik Fadjar (tengah) di UMM. (Foto: umm/ngopibareng.id)

Tujuh Kiat Memajukan Sekolah Muhammadiyah, Ini Pesan Malik Fadjar

Pendidikan 09 October 2019 01:21 WIB

Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia (RI), Abdul Malik Fadjar sampaikan tujuh kiat memajukan Sekolah Muhammadiyah. Apalagi, zaman sekarang dengan penuh tantangan yang harus direspon dengan berbagai strategi untuk Islam berkemajuan.

Menurutnya, di tengah kompleksitas permasalah yang akan dihadapi oleh lembaga pendidikan saat ini, networking atau jaringan juga termasuk aspek yang mempu menolong ketika dalam keadaan genting.

Berikut pesan-pesan Prof Malik Fadjar, yang mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut.

Pertama:

Sekolah Muhammadiyah harus memiliki bekal dalam mengarungi masa-masa depan, Malik Fadjar berpesan kepada penggerak pendidikan di Muhammadiyah untuk memiliki komitmen dan kerja keras untuk menghidupkan. Tidak lupa untuk melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, baik internal maupun eksternal Muhammadiyah.

Kedua:

Selanjutnya, mengembangkan etos berkemajuan dalam dunia pendidikan. Karena pendidikan sejatinya memperbincangkan generasi masa mendatang, karenanya orientasi futuristik berbasis kreativitas, inovasi mutlak diwujudkan.

Ketiga:

Langkah ketiga adalah penggerakan pendidikan Muhammadiyah harus memiliki loyalitas dan dedikasi, yang menempatkan Amal Usaha Pendidikan sebagai tempat menabur benih yang dipanen ketika di akhirat kelak.

Keempat:

Hindari konflik yang menjauhkan dari langkah yang tidak produktif. Malik menganggap, konflik yang jika terus diladeni akan menjadikan melemahnya etos keraja dan produktifitas lainnya menjadi tidak stabil.

Kelima:

Sementara untuk yang kelima dan keenam adalah terkait sumber daya manusia (SDM) atau insani.

Keenam:

Sebagai kunci keberhasilan, SDM harus benar-benar diperhatikan.

Ketujuh:

Terakhir, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini berpesan untuk selalu menjaga komunikasi dan merawat jaringan.

Di tengah kompleksitas permasalah yang akan dihadapi oleh lembaga pendidikan saat ini, networking atau jaringan juga termasuk aspek yang mempu menolong ketika dalam keadaan genting.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini, menyampaikan hal itu di hadapan peserta Pengajian Tabligh Akbar, pada Minggu, 6 Oktober lalu, di Sekolah Menengah Pertama (SMP)Muhammadiyah Bojong Nangka,Kabupaten Tangerang.

Acara tabligh akbar ini juga mengundang Sekretaris Jendral (Sekjen) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI Didik Suhardi, Sekretaris dan Wakil Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) PP Muhammadiyah, Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB AD) Jakarta.

Selain itu, juga dihadiri Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Banten, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tangerang, Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Tangerang, dan orang tua wali siswa SMP Muhammadiyah Bojong Nangka, juga jama’ah Muhammadiyah Kelapa Dua.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

07 Aug 2020 15:32 WIB

UMM Ngaji ke Gus Baha, Ansor Ziarah Makam Mbah Dahlan

Ahmad Zaini

Menyikap kemungkinan NU dan Muhammadiyah bersatu.

06 Aug 2020 16:45 WIB

NU Lahir setelah 3 Tahun Mbah Dahlan Wafat

Tokoh

Perbedaan furu’iyah ibadah mulai muncul setelah Mbah Dahlan meninggal.

05 Aug 2020 16:50 WIB

Kado Milad Muhammadiyah ke-111: Satu Tujuan, Beda Pendekatan

Tokoh

KH Ahmad Dahlan-KH Hasyim Asy’ari adalah saudara satu guru.

Terbaru

Lihat semua
08 Aug 2020 00:43 WIB

Instagram Reels ala TikTok

Teknologi dan Inovasi
08 Aug 2020 00:23 WIB

Hoak Video Ledakan Rudal di Beirut

Internasional
Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...