Contoh penerapan protokol kesehatan saat menonton di bioskop. (Foto: Lalu Theo/Ngopibareng.id)

7 Bulan Tutup, Bioskop di Malang Berharap Dibuka Kembali

24 Oct 2020 19:13

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Salah satu pengelola bioskop Moviemax Sarinah, Kota Malang, Wanda Juliant berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bisa segera memberikan izin bagi bioskop untuk buka kembali.

"Besar harapan kami semoga cepat buka kembali. Karena selama tujuh bulan tutup ini membuat karyawan kami jadi acak-acakan," tuturnya pada Sabtu 24 Oktober 2020.

Wanda menuturkan bahwa dengan dibuka kembali bioskop nanti, akan menghindarkan para karyawan bioskop dari potensi adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Saya yang setiap hari bertemu mereka (karyawan) ini merasa bahwa perjuangan mereka untuk bertahan sangat keras. Perjuangan kita untuk bisa bertahan jangan sampai ada PHK itu saja," katanya.

Wanda menerangkan ketika mendengar ada beberapa bioskop di daerah lain sudah mulai buka kembali, ia langsung menyiapkan protokol kesehatan untuk operasional di masa pandemi Covid-19.

"Sekarang ini begitu ada titik cerah, kami langsung persiapkan (protokol kesehatan). Kami juga sudah ikuti aturan Perwali (terkait Covid-19) protokol sudah kami lakukan. Tetapi untuk rekomendasinya (pembukaan kembali) masih dari satgas Covid-19 Kota Malang," ujarnya.

Selain itu, Wanda juga berharap ketika nanti bioskop dibuka kembali, masyarakat Kota Malang bisa mematuhi protokol kesehatan Covid-19 yang berlaku.

"Mudah-mudahan publik Kota Malang juga bisa membantu dengan disiplin protokol kesehatan saat nanti nonton di bioskop," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang meninjau kesiapan pembukaan kembali bioskop. Salah satu bioskop yang ditinjau yaitu Moviemax Sarinah, Jalan Merdeka Utara, Kota Malang.

Peninjauan tersebut berhubungan dengan penerapan protokol kesehatan yang sudah disiapkan oleh pihak pengelola bioskop.

Penerapan protokol kesehatan yang diterapkan di antaranya pengukuran suhu tubuh, penyediaan hand sanitizer, kapasitas dikurangi 50 persen hingga penerapan physical distancing pada bangku penonton.

Kemudian makanan tidak boleh dibawa masuk ke dalam studio. Para karyawan juga sudah dilengkapi dengan masker, sarung tangan hingga face shield.