Tugas Pertama, Wapres Ma'ruf Amin Hadiri Penobatan Kaisar Jepang

20 Oct 2019 23:27 Politik

Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin dijadwalkan berangkat ke Jepang, Senin 21 Oktober 2019. Ini merupakan tugas pertama ke Negeri Matahari Terbit itu, dalam menghadiri acara penobatan Kaisar Jepang Naruhito.

"Pokoknya nanti, sorenya (besok), Pak Kiai Ma'ruf Amin harus ke Jepang untuk menghadiri penobatan kaisar, ke Jepang," kata Jokowi di kompleks Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Minggu 20 Oktober 2019.

Kiai Ma'ruf akan berangkat ke Jepang pada Senin 21 Oktober sore. Sebelum berangkat ke Jepang, ada peristiwa penting, yakni pengumuman nama-nama menteri dan pejabat setingkat menteri dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf.

"Besok pagi saya kenalkan," kata Jokowi.

Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin resmi menjabat Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 setelah dilantik di Gedung DPR/MPR, Minggu 20 Oktober 2019.

Sebelum dilantik, Jokowi dan Ma’ruf Amin secara bergiliran membacakan sumpah jabatan sebagai Presiden dan Wakil Presiden lima tahun mendatang.

Ada yang berbeda dari penampilan Ma’ruf Amin kali ini. Ma’ruf tidak mengenakan sarung. Dia mengenakan celana panjang hitam dan jas hitam dengan dasi berwarna merah.

Hal ini tentu di luar kebiasaan Ma’ruf yang selama ini kerap mengenakan sarung dipadu dengan jas dan sorban putih yang dikalungkan di lehernya.

Penampilan Kiai Ma’ruf Amin yang berbeda dari biasanya ini pun sempat disinggung oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo.

“Hari ini ada yang baru, Pak Ma’ruf Amin pakai celana,” kata pria yang akrab disapa Bamsoet itu saat mendampingi Jokowi dan KH Ma’ruf dalam sesi jumpa pers, usai pelantikan.

Bamsoet sebelumnya hadir untuk memimpin jalannya proses pelantikan. Pada acara tersebut, Bamsoet pun beberapa kali melontarkan pantun untuk sejumlah undangan di sela-sela pidatonya yang cukup panjang.

Seperti diketahui, Kiai Ma'ruf Amin merupakan tokoh pesantren dan pernah sebagai Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Karena itu, tokoh asal Banten ini terbiasa dengan memakai sarung lengkap dengan jas dan kopiahnya.

Namun, untuk pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, ia harus menyesuaikan diri dengan berbusana resmi lazimnya pelantikan serupa sebelumnya. Dan itulah yang telah dibuktikan dengan busana Kiai Ma'ruf Amin kali ini.