BNPB Akan Bangun Sistem Penanggulangan Gempa dan Tsunami di Jawa

12 Jul 2019 03:00 Bencana

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan melakukan mitigasi bencana kepada para penduduk yang berada di wilayah pesisir pantai Banyuwangi. Langkah ini diambill karena masih banyak penduduk yang kebingungan saat bencana alam terjadi.

"Kita akan beri edukasi, bukan untuk menakuti ya justru untuk menyiapkan masyarakat agar saat bencana terjadi tidak membuat mereka panik. Contoh misalnya ada gempa besar dirasakan oleh penduduk Katakanlah sekitar 30 detik maka kurang dari 3 menit tanpa ada peringatan dari alarm atau sirine mereka harus bersiap untuk mencari tempat yang aman,” ujar Kepala BNPB Letjen Doni Monardo di Grahadi, Surabaya, Kamis, 11 Juli 2019.

Doni melihat ada kendala yang kerap melanda beberapa wilayah dekat pantai seperti tidak adanya alarm/sirine peringatan, kemudian tidak adanya bukit yang tinggi guna menyelamatkan diri dari gelombang tsunami. Padahal menurutnya, saat terjadi gempa bumi, warga harus berlindung di tempat yang memiliki ketinggian 30 meter dari permukaan laut.

"Tidak semua desa di daerah itu ada bukit yang tinggi. Maka kita mengajak masyarakat untuk melihat apa yang mereka bisa manfaatkan di sekitar rumah mereka, karena kalau sudah gempa besar dan jaraknya mungkin relatif dekat, maka dalam hitungan detik kecepatan gelombang tsunami akan datang," kata Doni.

Menurut Doni masyarakat bisa memanfaatkan pohon-pohon besar yang ada di sekitar rumah mereka. “Ada Pohon-pohon besar dan itu mulai bisa dirancang dengan membuat tangga di sekitar pohon itu atau ada tali sehingga ketika peristiwa terjadi, masyarakat sudah terlatih," katanya.

Doni mengimbau agar masyarakat tidak melakukan upaya yang dapat menimbulkan persoalan terhadap ekosistem seperti penebangan mangrove. Menurutnya mangrove di wilayah selatan Pulau Jawa merupakan tempat perlindungan bagi masyarakat untuk menahan dorongan air.

Kemudian, memperbanyak vegetasi dengan penanaman jenis tanaman tertentu yang memiliki usia hingga ratusan tahun dengan diameter batang 1-2 meter dan tinggi yang mencapai 30 meter dapat membantu meminimalisir bencana tsunami.

"Hal ini kita sampaikan supaya masyarakat siap sejak dini. Karena kita tidak tahu kapan bencana terjadi. Bisa 10 tahun, bisa kurang, bisa 30 tahun bahkan mungkn bisa lebih dari 100 tahun. Jadi kalau kita membangun sistem dari sekarang, berarti kita sama dengan menyiapkan generasi yang akan datang untuk bisa selamat," katanya.

BNPB akan menggandeng pihak dari Pemkot/Pemkab, Kecamatan, Kelurahan untuk mengetahui potensi bencana alam apa saja yang sewaktu-waktu mengancam daerahnya. Selain itu, BNPB akan mengajak tokoh agama untuk terjun ke masyarakat dan memberi edukasi. (faq)

Penulis : Faiq Azmi
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini