Presiden Amerika Serikat sebut 100 ribu warganya akan meninggal akibat pandemi covid-19. (Ilustrasi/Ngopibareng.id)

Trump Sebut 100 Ribu Warga AS Bakal Meninggal akibat Covid

Internasional 04 May 2020 11:55 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump percaya jika sebanyak 100 ribu warganya akan meninggal akibat pandemi covid-19. Namun ia juga meyakinkan jika vaksin akan ditemukan pada akhir tahun ini.

Hal itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan televisi FOX News. Dalam acara itu ia secara bergantian memprediksi tentang perkembangan ekonomi AS sekaligus menyalahkan China sebagai negara awal mula covid-19 muncul.

Saat ini, terdapat lebih dari 1,1 juta kasus positif covid di AS dan telah menewaskan 67 ribu penduduknya. "Kita akan kehilangan sekitar 75, 80, sampai 100 ribu orang. Itu hal yang mengerikan,' katanya, dialihbahasakan dari Reuters.

Sementara, kondisi saat ini, lebih dari separuh negara bagian di AS melonggarkan lockdown mengikuti jumlah kasus yang mulai turun, serta rangkaian protes warganya yang merasakan dampak ekonomi akibat lockdown dan menginginkan agar kondisi kembali normal. "Kita tak bisa terus menutup negara ini, kita tak akan meninggalkan satu negara pun tertinggal," katanya.

Trump juga mengatakan jika ia ingin para pelajar kembali ke sekolah dan kampus di musim gugur, meski ia mengakui adanya kemungkinan bangkitnya wabah covid lagi.

"Kita akan siapkan kaleng, kita siapkan apa pun itu. Mungkin kita juga akan menyiapkan api," katanya.

Selain itu, dalam pertemuan dengan sejumlah tenaga kesehatan, Trump mengatakan jika dia yakin vaksin akan ditemukan di akhir tahun ini.

"Saya rasa kita akan memiliki vaksin di akhir tahun. Memang dokter mengatakan seharusnya saya tak mengatakan ini, tapi saya katakan apa yang saya pikirkan, saya berfikir kita akan memiliki vaksin cepat atau lambat," katanya.

Sementara, banyak para ahli kesehatan di Amerika percaya jika vaksin akan tersedia sedikitnya satu tahun atau 18 bulan.

Terdapat kesempatan "sangat kecil" untuk mendapatkan vaksin atau obat virus corona tahun depan, kata Ketua Medis Inggris Chris Whitty, pada 22 April 2020.

Penulis : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

07 Aug 2020 22:45 WIB

Sanchez Sindir MU Setelah Dipermanenkan Inter Milan

Liga Italy

Alexis Sanchez merasa diterima dengan baik sejak awal di Inter

07 Aug 2020 22:25 WIB

Ganjar Lantik Sejumlah Pejabat Secara Virtual

Nusantara

Pelantikan dilakukan di tengah pandemi.

07 Aug 2020 22:11 WIB

Tempe H Farkhan Sejak 1969, Harganya Pernah 1 Ringgit di Jombang

Feature

Usaha tempe berusia 51 tahun di Jombang, Jawa Timur.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...