Tersangka penembakan mobil pejabat Pemkot Surabaya berjalan santai di Mapolres Surabaya
Tersangka penembakan mobil pejabat Pemkot Surabaya berjalan santai di Mapolres Surabaya

Tolak Penutup Wajah, Ini Motif Penembakan Mobil Pejabat Pemkot Surabaya

Ngopibareng.id Kriminalitas 17 March 2018 13:31 WIB

Terungkap sudah motif penembakan membabi-buta terhadap mobil milik pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Pelaku berinisial RM nekad melakukan penembakan karena sakit hati setelah  bengkel motor gede miliknya dibongkar Pemkot Surabaya.

"Motifnya adalah terkait pembongkaran sebagian bangunan yang difungsikan sebagai bengkel motor gede di Jalan Ketintang Surabaya, yang oleh Pemkot Surabaya dinyatakan melanggar garis sempadan jalan," ujar Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan dalam jumpa pers di Surabaya, Sabtu, 17 Maret 2018.

Polrestabes Surabaya secara resmi menetapkan RM yang tercatat warga Gayungan Surabaya sebagai tersangka. "RM merasa bangunan miliknya yang dibongkar oleh aparat Pemkot Surabaya itu telah sesuai dengan surat Izin Mendirikan Bangunan atau IMB, yang menurut keterangannya, juga telah diterbitkan oleh Pemkot Surabaya," katanya.

Atas dalih itulah RM kemudian pada Rabu sore, 14 Maret lalu, mencari rumah Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Pemkot Surabaya Ery Cahyadi di Perumahan Puri Kencana Karah Surabaya untuk melampiaskan kemarahannya, yaitu dengan memberondongkan 11 kali tembakan ke arah mobil korban yang sedang diparkir di garasi rumahnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Polisi langsung membekuk RM pada malam hari usai peritiwa penembakan tersebut, serta mengamankan senjata yang digunakannya sebagai barang bukti.

Rudi memaparkan senjata yang digunakan RM adalah jenis "airgun" laras panjang merek "Bulmaster Hatsan", dengan peluru timah kaliber 4,5 milimeter, yang biasanya digunakan untuk berburu binatang.

"Senjata jenis ini tidak perlu perizinan bagi pemiliknya. Hanya saja tetap kami lakukan uji balistik di Laboratorium Forensik Polri Cabang Surabaya karena kemungkinan cukup mematikan juga jika ditembakkan kepada manusia," kata Rudi, menerangkan.

Polisi menjerat tersangka RM dengan Pasal 406 juncto 335 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pengrusakan dan perbuatan tidak menyenangkan. Untuk penembakannya polisi menggunakan Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Saat dihadapkan pada wartawan, RM juga menolak memakai penutup wajah yang biasa digunakan para tersangka. "Saya khilaf. Mobil milik Pak Ery yang telah saya tembaki akan saya perbaiki sampai seperti baru lagi," ucapnya. (tom)

Penulis : Rahmad Utomo

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

20 Oct 2020 15:59 WIB

Risma Imbau Ibu di Surabaya Agar Jaga Anak Tak Ikut Demo

Surabaya

Risma tak ingin anak-anak ikut demo Tolak Omnibus Law

20 Oct 2020 07:31 WIB

Pemkot Surabaya Sampaikan Pesan 3M Lewat Seni Mural

Rek, Ojok Angel Tuturane

Pemkot Surabaya berharap warga terus terapkan protokol kesehatan.

18 Oct 2020 14:12 WIB

Razia Protokol Kesehatan di Taman Bungkul, 222 Orang Rapid Test

Rek, Ojok Angel Tuturane

Sebanyak 222 orang rapid test, empat orang positif Covid-19.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...