Puluhan pedagang Pasar Baru, Kota Probolinggo saat bertemu Walikota Hadi Zainal Abidin (kedua dari kiri). (Foto: Ikhsan Mahmudi/Ngopibareng.id)
Puluhan pedagang Pasar Baru, Kota Probolinggo saat bertemu Walikota Hadi Zainal Abidin (kedua dari kiri). (Foto: Ikhsan Mahmudi/Ngopibareng.id)

Tolak Pasar Ditingkat, Puluhan Pedagang Pasar Ngeluruk Pemkot

Ngopibareng.id Jawa Timur 18 March 2020 19:25 WIB

Puluhan pedagang Pasar Baru, Kota Probolinggo ngeluruk Pemkot Probolinggo, Rabu, 18 Maret 2020. Kepada Walikota Hadi Zainal Abidin dan Wawali HM Saufis Subri, mereka menyatakan, menolak renovasi total Pasar Baru.

“Terus terang, kami menolak renovasi Pasar Baru yang bakal ditingkat, apalagi penyelesaian memakan waktu relatif lama,” ujar Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Baru, Purnomo.

Puluhan pedagang yang sebagian besar ibu-ibu secara bersahutan ikut membenarkan. “Betul, tidak usah ditingkat, yang penting atap tidak bocor,” ujar seorang pedagang.

“Juga selokan diperbaiki biar tidak becek. Pasar harus bersih,” sahut pedagang lainnya.

Tampak walikota, wawali, Sekda Ninik Ira Wibawati, dan sejumlah kepala OPD menerima puluhan pedagang di ruang lobi Pemkot Prolinggo.

“Terus kelanjutan pembangunan pasar bagaimana soalnya paling cepat renovasi pasar baru selesai 2022 mendatang?” ujar Habib Hadi, panggilan akrab walikota.

“Renovasi tidak perlu dilanjutkan sampai ditingkat segala. Yang penting atap pasar tidak bocor, tidak becek, dan bersih,” kata Agus, pedagang pasar.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Baru juga menambahkan, pembangunan Pasar Baru memakan waktu sangat lama. Para pedagang pasar sudah mulai dipindahkan pada 2017 silam, tetapi pembangunan fisik pasar baru dimulai 2019 lalu.

“Para pedagang akhirnya menempati tempat penampungan sementara (TPS) di badan Jalan Niaga dan Jalan Siaman,” kata Purnomo.

Selama berjualan di TPS, dikatakan omzet penjualan menurun drastis karena pembeli enggan berbelanja di bedak-bedak darurat yang sempit, becek, dan kotor.

Sebagian pedagang yang masih menempati sebagian bangunan pasar yang belum dibongkar dan direnovasi juga mengeluhkan, bocornya atap pasar.

“Jadi kalau menunggu renovasi 2022 mendatang, pedagang terlalu lama menunggu,” katanya.

Habib Hadi berjanji, akan memenuhi permintaan pada pedagang pasar. “Kalau memang para pedagang pasar sepakat, atap pasar diperbaiki, pembuatan saluran air, pasar bersih, tidak perlu ditingkat, kami akan memenuhinya,” sambung dia.

Wawali Subri menambahkan, proyek Pasar Baru merupakan proyek “warisan” walikota sebelumnya. “Ini proyek ‘warisan’, kami hanya meneruskan. Kami siap memenuhi permintaan para pedagang,” katanya.

Dikatakan, kalau sebatas pembenahan atap dan pembuatan selokan, maka Pasar Baru segera bisa ditempati tahun 2020 ini. “Meski ada perubahan rencana pembangunan pasar, tidak ada masalah karena ini keinginan para pedagang pasar,” ujarnya.

Penulis : Ikhsan Mahmudi

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

05 Dec 2020 05:46 WIB

Menuju Allah dengan Cinta, Pesan Imam Al-Ghazali

Khazanah

Mahabbah, modal awal menjalin komunikasi pada Allah SWT

05 Dec 2020 05:29 WIB

Selesai Salat Lalu Tidur, Memakmurkan Masjid Justru Lebih Mulia

Islam Sehari-hari

Kemuliaan bagi para pemakmur masjid

05 Dec 2020 04:41 WIB

Neraka dan Pilihan Ketemu Artis di Akhirat! Ini Penjelasan Ulama

Islam Sehari-hari

Terkait seorang mengolok-olok neraka, apa hukumnya?

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...