Tol Probowangi Seksi I Lintasi 38 Desa

04 Apr 2019 20:25 Jawa Timur

Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) Seksi I sepanjang sekitar 29,4 kilometer dari Desa Suko, Kecamatan Maron hingga Desa Binor, Kecamatan Paiton akan melintasi 38 desa di tujuh kecamatan di Kabupaten Probolinggo.

Pengerjaan proyek strategis nasional (PSN) Probowangi Seksi I akan terhampar di atas tanah sekitar 294 hektare.

"Kami sedang menyelesaikan pengukuran tanah untuk Tol Probowangi Seksi I," ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Probowangi, Agus Minarno, Kamis, 4 April 2019.

Agus menambahkan, sekitar 1.800 bidang tanah yang akan dilalui Tol Probowangi Seksi I sebagian besar (80 persen) merupakan tanah warga ditambah sekitar 20 persen milik pemerintah (Perhutani). "Lahan milik warga berupa 70 persen sawah ladang dan 10 persen permukiman," ujarnya.

Sementara 20 persen lahan Perhutani yang akan dilalui tol terbentang sekitar 7 kilometer. "Khusus lahan Perhutani tidak ada ganti rugi lahan. Kami hanya diminta melakukan reboisasi hutan di lahan lain milik Perhutani," ujar Agus.

Yang jelas untuk pembebasan lahan 294 hektare milik warga, kata Agus, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyiapkan dana sekitar Rp 800 miliar. Pembebasan lahan dilakukan secara bertahap dari Desa Suko hingga Desa Binor.

Sebelumnya, akhir 2018 lalu, pengukuran lahan Tol Probowangi Seksi IV (Leces-Maron) telah dirampungkan. Hal itu dilakukan setelah Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) Seksi III Leces selesai dikerjakan akhir 2018 lalu.

Proyek jalan Tol Probowangi Seksi IV melintasi empat kecamatan yakni, Leces, Tegalsiwalan, Gending, dan Maron sepanjang sekitar 13,7 kilometer.

Lahan yang bakal dilalui jalan Tol Probowangi Seksi IV meliputi 833 bidang tanah seluas sekitar 132 hektare. Lahan tol di ruas ini sepanjang 13,7 kilometer melintasi 18 desa di enam kecamatan. Terinci, di Kecamatan Leces hanya ada satu desa, yakni Clarak.

Di Kecamatan Tegalsiwalan sebanyak empat desa akan dibelah tol yakni, Banjarsawah, Tegalsiwalan, Sumberklidung, dan Tegalmojo.

Di Kecamatan Dringu juga ada satu desa yang terkena pembebasan lahan untuk tol yakni, Watuwungkuk. Sementara di Kecamatan Gending terdapata empat desa yakni, Desa Pajurangan, Banyuanyar lor, Sumberkerang, dan Sebaung.

Di Kecamatan Banyuanyar terdapat lima desa yang akan terbelah tol yakni, Blado Wetan, Banyuanyar Tengah, Liprak Kulon, Pendil, dan Alassapi. Paling timur di Kecamatan Maron terdapat tiga desa yang terkena tol yakni, Pegalangan Kidul, Brumbungan Kidul, dan Suko.

Agus menambahkan, lahan yang diproyeksikan untuk Tol Proobowangi Seksi IV sebagaian besar, 90% merupakan persawahan. “ Sedangkan 10 persen berupa bangunan,” ujarnya. (isa)

Reporter/Penulis : Ikhsan Mahmudi
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini