Tol layang Jakarta-Cikampek II (Elevated) di Bekasi, Jawa Barat. (Foto: Ant)

Tol Japek II Elevated Dorong Pertumbuhan Kawasan Industri Baru

Waskita Untuk Bangsa 08 December 2019 17:12 WIB

Beroperasinya Jalan Tol Jakarta – Cikampek (Japek) II Elevated menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), diharapkan dapat mengurai kemacetan akibat dari kepadatan kendaraan.

Selain itu, kehadiran jalan tol yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk tersebut juga diharapkan bakal mendorong pertumbuhan industri baru terutama di kawasan Jababeka.

"Sampai akhir November 2019 progres proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated telah mencapai 99,8 persen," kata Director of Operation II PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Bambang Rianto dalam rilis, kemarin.

Menurutnya, seiring dengan segera beroperasinya jalan tol tersebut diyakini akan berdampak positif bagi perekononian. Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah.

"Ini akan berdampak sangat positif terhadap perekonomian. Sentra-sentra industri di sekitar Karawang Cikampek akan kembali tumbuh positif," ujar Piter.

Piter menambahkan, kemacetan di jalur Tol Cikampek disebabkan ratio volume kendaraan terhadap kapasitas jalan (VC ratio) sudah sangat tinggi.

Menurutnya dengan kondisi seperti itu kemacetan sudah pasti terjadi. "Dengan adanya penambahan tol layang Jakarta - Cikampek akan sangat membantu mengurangi VC Ratio," ujarnya.

Dengan berkurangnya ratio, lanjut dia, maka kemacetan akan banyak berkurang serta waktu tempuh Jakarta - Bandung dan sekitarnya, atau ke Jawa Tengah dan Jawa Timur akan kembali normal.

Tak hanya itu, kata dia, distribusi barang, proses pengiriman bahan baku ke sejumlah kawasan industri juga menjadi lebih cepat, sehingga mampu mendorong produktivitas, menurunkan biaya ekonomi dan industri sehingga memiliki daya saing yang lebih.

Saat ini dijelaskan Piter, yang ditunggu oleh para pengguna adalah skema tarif tol. Menuruynya banyak yang berharap tarif tol disesuaikan dengan tujuan utama, yakni mendorong distribusi barang dan jasa, serta mendorong produktivitas.

Meski tak bisa dipungkiri bahwa biaya investasi pembangunan tol elevated sangat mahal. "Tarif tol tidak mungkin murah. Namun pemerintah perlu mencari jalan agar tarif tol ini tdk membebani pengguna," kata Piter.

Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna menambahkan, keberadaan Tol Japek II Elevated yang dikerjakan Waskita, memiliki dampak luar biasa dari sisi waktu tempuh. "Mimpi perjalanan ke Bandung dapat ditempuh hingga dua jam, bisa menjadi kenyataan," ujarnya.

Apalagi jika ada pemisahan, dimana golongan satu di atas, melalui Japek, sementara truk truk mobil barang di bawah, kemudian digunakan dua lajur, maka hambatan kemacetan akan jauh berkurang.

Menurutnya kecepatan semakin bertambah. Apalagi sudah menjadi rahasia umum, bagi kendaraan pribadi, yang akan menuju Cirebon, Semarang, selalu terhambat di jalur Jakarta Cikampek.

"Juga meningkatkan produktifitas, bahan baku bagi industri di sekitar tol, bisa cepat tersedia. Misal untuk industri pengolahan bisa lebih cepat, distribusi pengiriman barang lebih mudah. Volume pengiriman barang bisa naik dua kali lipat, karena lancar, ini semua bisa didapatkan dari Japek," kata Yayat.

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

12 Aug 2020 22:35 WIB

Satu Tenaga Kesehatan di Banyuwangi Terpapar Covid-19

Jawa Timur

Terdapat tambahan tujuh kasus Covid-19 baru di Banyuwangi.

12 Aug 2020 22:15 WIB

Surabaya Zona Orange, Pemkot Tak Ingin Longgarkan Protokol Covid

Surabaya

Pemkot Surabaya tetap mengimbau masyarakat tetap patuhi protokol kesehatan.

12 Aug 2020 21:50 WIB

18 Agustus, Jawa Timur Uji Coba Buka Sekolah SMA/SMK

Pendidikan

Zona orange 50 persen, zona kuning 25 persen.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...