Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur (Kalaksa BPBD Jatim) Suban Wahyudiono saat memberi keterangan kepada awak media. (Foto: Faiq/ngopibareng.id)
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur (Kalaksa BPBD Jatim) Suban Wahyudiono saat memberi keterangan kepada awak media. (Foto: Faiq/ngopibareng.id)

TMC Diterapkan Guna Menghindari Banjir

Ngopibareng.id Jawa Timur 07 January 2020 16:25 WIB

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur (Kalaksa BPBD Jatim) Suban Wahyudiono mengatakan bahwa Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sangat dibutuhkan di Jatim guna menghindari banjir besar seperti yang melanda DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

"Hujan dengan intensitas tinggi turun di satu waktu dan satu wilayah dalam kurun waktu lama itu tentu berdampak banjir. Maka dari itu modifikasi cuaca dibutuhkan. Kalau musim kering untuk menurunkan hujan, kalau di musim hujan modifikasi cuaca dilakukan untuk mengalihkan hujan," kata Suban di Posko BPBD Jatim, Selasa 7 Januari 2020.

Suban menjelaskan, penggunaan TMC untuk wilayah Jatim dilakukan setelah ada instruksi dari BMKG pusat.

Instruksi tersebut, lanjut Suban, dilakukan di wilayah yang terdapat awan dengan potensi hujan berintensitas tinggi supaya ditarik ke daerah laut, kemudian diturunkan sedikit demi sedikit sehingga menjadi hujan kecil.

Suban memastikan, TMC sudah mulai dilaksanakan sejak hari ini, apalagi BMKG telah memberi warning di wilayah Jatim akan terjadi cuaca ekstrem hingga 10 hari ke depan.

"Hari ini TMC sudah dimulai hingga 10 hari ke depan. Menggunakan pesawat dari TNI AU dan penerapan teknologi dari BPPT," ujar Suban.

Sementara itu, Sekdaprov Heru Tjahjono mengatakan, TMC ini langsung di bawah koordinasi nasional yang dilakukan di sejumlah wilayah di Indonesia.

Jatim menjadi salah satu daerah yang disasar untuk operasi TMC karena potensi cuaca ekstrem yang akan terjadi di Jawa Timur.

"Jatim termasuk yang dilakukan operasi TMC. Agar hujan tidak ambrek di satu waktu dan satu kawasan tertentu, maka disebarlah dibuang ke laut," katanya.

Penulis : Faiq Azmi

Editor : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

20 Jan 2021 10:23 WIB

Kecelakaan Bora-Hansgrohe, Kelderman dan Schillinger Paling Parah

Gowes Bareng

Sejumlah pembalap sepeda dunia ditabrak mobil saat training camp.

20 Jan 2021 09:33 WIB

Satgas Covid-19: Chip dalam Vaksin adalah Berita Bohong

Nasional

Satgas tegaskan bahwa vaksin covid-19 tidak memiliki chip atau kode.

20 Jan 2021 09:17 WIB

Daripada Politik, Perang Lebih Mudah! Ini Fakta, Lho...

Humor Sufi

Humor Politik di tengah masa pandemi Covid-19

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...