TKD Jatim Sebut Penghadangan Ma'ruf di Pamekasan By Design

03 Apr 2019 14:17 Politik

Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur untuk Joko Widodo-Ma'ruf Amin, menyayangkan peristiwa penghadangan calon wakil presiden nomor urut 01 di wilayah Pamekasan, Madura, beberapa waktu lalu.

Sekretaris TKD Jatim, Aminurokhman, menuding penghadangan terhadap Ma'ruf itu sudah direncanakan (by design) dan digerakkan oleh oknum pendukung pasangan calon tertentu.

"Karena jika dilihat, banyak warga yang menghadang Ma'ruf Amin sudah mengenakan atribut salah satu pasangan calon lain," kata Amin, saat dikonfirmasi Rabu, 3 April 2019.

Menurutnya aksi pengadangan itu adalah upaya untuk membentuk opini publik, bahwa wilayah Pamekasan merupakan basis pendukung pasangan calon tertentu, yang tidak bisa dimasuki oleh Ma'ruf.

Baginya aksi penghadangan itu adalah hal yang tak patut dilakukan, sebab, siapapun sebenarnya berhak untuk melakukam kampanye di wilayah manapun. Hal itu sudah diatur dalam aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Dan ini (penghadangan) tidak patut karena dimana-mana semua calon boleh masuk untuk sosialisasi di daerah manapun," katanya.

Ia tak menampik, jika aksi serupa juga pernah dilakukan oleh massa di basis wilayah yang mayoritas adalah pendukung Jokowi, namun hal itu tak sampai penghadangan hingga membatalkan kunjungan pasangan calon lain.

"Di basisnya Pak Jokowi, pasangan calon lain juga boleh sosialisasi. Ada pemberitahuan kalau warga di sini pendukung Pak Jokowi, tapi kan tidak sampai batal seperti itu," lanjutnya.

Menindaklanjuti penghadangan tersebut, Amin mengatakan TKD Jatim akan mengkaji dan mencermati lebih dulu, apakah perlu melaporkan hal itu hingga ke Bawaslu dan Gakkumdu.

Yang pasti, ia berpesan, agar hal seperti itu semestinya tak perlu terjadi lagi. Masyarakat seharusnya bisa memberikan sikap dewasa, meski berbeda dalam pilihan.

"Dalam demokrasi yang dewasa, kita harus menghargai perbedaan dalam pilihan, karena demokrasi itu kan memang dibangun dari perbedaan pemikiran," pungkas Amin. (frd)

Penulis : Farid Rahman
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini