Plt Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana (tengah) ketika meninjau Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. (Foto: Istimewa)

Tinjau Lapangan, Whisnu Ingatkan Perawatan Lapangan

18 Jan 2021 20:12

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, meninjau kesiapan tiga lapangan latihan yang selesai dibuat di area Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin 18 Januari 2021.

Dalam tinjauan tersebut, ia didampingi pejabat dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR) dan Dinas Kepemudaan Dan Olahraga (Dispora).

Whisnu mengaku, bangga melihat progress pambangunan lapangan yang sudah sesuai target dan sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh FIFA (federasi sepak bola dunia). Meski saat ini Piala Dunia U-20 ditunda sampai 2023 mendatang. “Kalau untuk targetnya sesuai dengan schedule,” kata Whisnu.

Walau sudah selesai, ia mengaku akan melakukan pengembangan lagi dengan membuat lahan parkir tambahan di sebelah lapangan.

Tak hanya itu, politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu menyampaikan pesan agar melakukan perawatan lapangan sesuai standar FIFA. Oleh sebab itu, untuk biaya perawatan yang dinilai tidak sedikit itu akan didiskusikan.

“Nah sekarang bagaimana merawat, karena perawatannya juga sesuai dengan standar FIFA yang tidak sedikit biayanya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bangunan dan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR) Surabaya, Iman Krestian menjelaskan, saat ini tinggal melanjutkan progres fasilitas pendukung. Seperti tiga lapangan tersebut yang rencananya akan dipasang pagar sebelum memasuki bulan Maret 2021 mendatang.

“Kalau fasilitas utama sudah selesai, pagar untuk lapangan ini termasuk pendukung karena tidak masuk dalam pertandingan. Kita mulai lagi sebelum Maret, karena saat ini masih ada pemeliharaan kontraktor selama kurang lebih tiga bulan,” kata Iman.

Selain pagar, Iman mengatakan, juga pemasangan lampu masih dikerjakan karena perlu melakukan percobaan untuk penempatan yang pas, sehingga tidak ada pantulan cahaya atau bayangan gelap.