Tingkatkan Nilai Ekonomis, Mangga ‘Disulap’ Jadi Aneka Mamin

06 Nov 2019 23:31 Jawa Timur

Saat panen raya, buah mangga di Kota Probolinggo melimpah hingga berakibat harganya anjlok. Sisi lain, buah yang menjadi ikon Kota Bayuangga (bayu, anggur, dan mangga) itu hanya bisa dinikmati jika musim mangga.

“Agar bisa dinikmati sepanjang tahun, buah mangga bisa diolah menjadi aneka makanan dan minuman (mamin),” ujar Jamhadi, Tim Ahli Kadin Jatim sekaligus Direktur Kadin Institut saat menghadiri Ekspo Mangga di halaman Museum Probolinggo, Jalan Suroyo, Rabu, 6 November 2019.

Jamhadi mengakui, mangga Probolinggo selama ini sudah punya nama hingga di tingkat nasional, bahkan internasional. Olahan mangga menjadi alternatif agar mangga bisa dinikmati kapan saja tanpa tergantung musim.

“Karena produk olahan mangga banyak diminati negara lain seperti Singapura, Malaysia, bahkan Rusia, maka harus bisa diproduksi massal dalam jumlah besar,” kata Jamhadi.

Agar mangga bisa diolah menjadi mamin kapan saja, Jamhadi menyarankan, mangga diolah menjadi tepung mangga. Tepung mangga itu bisa diolah menjadi bahan makanan dan minuman.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua Kadin Jatim bidang UKM, Muhammad Rizal yang juga hadir dalam Ekspo Mangga di Probolinggo. Dikatakan olahan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari bahan mangga berpeluang menjadi bisnis kuliner kekinian.

“Buktinya, 58 UMKM di Kota Probolinggo bisa mengolah buah mangga menjadi aneka mamin yang beragam,” kata Rizal. Dengan dijual sebagai olahan, tentu nilai ekonomis mangga lebih tinggi.

Ekspo Mangga yang difasilitasi Kadin Kota Probolinggo itu diikuti 58 UMKM. Mereka menyajikan aneka mamin berbahan buah mangga seperti, puding mangga, pepes ikan benggol mangga, pentol mangga, hingga sirup mangga.

“Mudah-mudahan mangga sebagai ikon Kota Probolinggo semakin dirasakan nilai ekonomisnya oleh UMKM,” kata Ketua Kadin Kota Probolinggo, Indi Eko Yanuarto.

Sebenarnya mangga sebagai ikon Kota Probolinggo mulai memudar. Soalnya sejumlah daerah seperti Pasuruan dan Situbondo juga menghasilkan mangga yang tidak kalah kualitasnya.

Pembudi daya dan eksporter mangga dari Kabupaten Probolinggo, Suli Artuwi bahkan menyebut, Probolinggo punya nama sementara daerah lain punya mangga. Bahkan Suli sukses mengembangkan mangga gadung dan arum manis yang menjadi kebanggaan Probolinggo di Buleleng, Bali. (isa)

Penulis : Ikhsan Mahmudi
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini