Tim SAR Gabungan mengevakuasi warga yang terluka dalam simulasi tanggap darurat bencana banjir yang dilakukan unsur SAR Banyuwangi (foto : Hujaini/ngopibareng.id)

SAR Gabungan Banyuwangi Gelar Simulasi Bencana

Bencana 06 January 2020 18:53 WIB

Bencana banjir yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia ini menjadikan semua stakeholder harus waspada. Termasuk SAR.

Menyikapi hal ini unsur SAR Banyuwangi menggelar simulasi tanggap darurat bencana  banjir, Senin, 6 Januari 2020. Simulasi ini untuk mematangkan sinergitas antara seluruh unsur SAR yang ada di Banyuwangi mulai TNI, Polri, Basarnas, BPBD hingga Tagana dan instansi terkait lainnya.

"Tujuannya untuk kesiapsigaan kita pada saat melaksanakan tanggap darurat berhubungan dengan bencana alam seperti banjir. Di sini kita mensinergikan baik dari aparatur TNI Polri, Pemerintah Daerah, Tagana, Basarnas sampai dengan kelompok masyarakat," kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin ditemui usai pelaksanaan simulasi.

Simulasi ini diprakarsai Polres Banyuwangi. Lokasi simulasi dilaksanakan di area tambak yang berada di antara pemukiman warga di wilayah Kelurahan Kertosari, Banyuwangi. Dalam simulasi ini diskenariokan sejumlah warga terjebak dalam banjir bandang.

Salah satunya ada yang sedang hamil tua. Ada juga warga yang mengalami luka karena terseret banjir bandang. Tim SAR gabungan dengan sigap mengevakuasi seluruh korban.

"Disimulasikan ada banjir yang menggenang satu kecamatan. Ada beberapa keluarga yang dievakuasi tim SAR gabungan. Yang terpenting adalah penanganan terhadap korban. Kita juga dirikan tenda darurat, posko kesehatan, posko penampungan. Ada dapur lapangan yang husus untuk menyuplai logistik bagi korban," kata Arman.

Polisi yang pernah menjabat sebagai Kapolres Probolinggo ini menyatakan, jika terjadi potensi bencana, seperti bencana banjir, masyarakat diminta segera mematikan aliran listrik. Selanjutnya mengambil barang yang berharga yang bisa dibawa mengungsi.

"Segera meminta bantuan aparat yang ada di dekatnya baik TNI, Polri maupun Pemerintah Daerah. Sehingga tim tanggap darurat bisa segera melaksanakan evakuasi," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Komandan Kodim 0825 Banyuwangi Letkol Infanteri Yuli Eko Purwanto menyatakan, tujuan simulasi ini pada dasarnya hanya satu yaitu latihan. Menurutnya, apabila suatu hal tidak dilatih maka tidak akan terkoordinasi dengan baik bagaimana harus melakukan apa. Karena, kata Dia, ini tidak hanya melibatkan satu intansi saja.

"Semuanya perlu sinergitas yang baik. Semuanya bekerja. Jadi semuanya sinergi dan tahu tugasnya masing-masing. Dengan latihan seperti ini, semuanya akan bisa berjalan dengan baik. Walaupun kita tidak menginginkan adanya bencana tetapi kita harus ada antisipasi sebelum, apabila terjadi dan pasca bencana itu terjadi," katanya.

Penulis : Muh Hujaini

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

09 Jul 2020 21:25 WIB

Warga Papring di Banyuwangi Aspal Jalan Secara Swadaya

Jawa Timur

Baik pembiayaan maupun pengerjaannya dilakukan secara swadaya

09 Jul 2020 14:40 WIB

Kambuh, Residivis Kasus Jambret Banyuwangi Ditembak Polisi

Kriminalitas

Kambuh, Residivis Kasus Jambret ini Kembali Dibekuk Polisi

08 Jul 2020 20:43 WIB

Nenek 53 Tahun Rampas Tas Warga Saat Belanja di Pasar

Kriminalitas

Seorang nenek nekat merampas tas di pasar.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...