Tingkatkan Akses 4 KSPN Prioritas, PUPR Anggarkan Rp1,1 Triliun

21 Aug 2019 21:35 Pemerintahan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun 2019 menganggarkan Rp1,1 triliun untuk meningkatkan konektivitas menuju 4 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) prioritas pemerintah, yakni Danau Toba, Borobudur, Lombok, dan Labuan Bajo.

Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan peningkatan jaringan jalan diantaranya rekonstruksi jalan, pelebaran, rehabilitasi, penataan trotoar dan drainase, pembangunan jalan baru, dan perbaikan jembatan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan ketersediaan infrastruktur jalan dengan kondisi mantap akan meningkatkan akselerasi pengembangan destinasi wisata setempat dan memudahkan wisatawan mencapai lokasi wisata.

"Akses jalan yang semakin baik akan menunjang perekonomian masyarakat di kawasan wisata," kata Menteri Basuki seperti dikutip dalam rilis PUPR, Rabu, 21 Agustus 2019.

Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga menganggarkan Rp470,1 miliar untuk peningkatan akses KSPN Danau Toba.

Anggaran digunakan untuk beberapa pekerjaan diantaranya dua pekerjaan preservasi jalan dengan biaya Rp90,1 miliar yakni ruas jalan Batas Kabupaten Dairi Dolok Sanggul -  Siborong Borong - Batas Kabupaten Tobasa - Silimbat - Parapat - Silangit - Bandara Silangit sepanjang 162,74 km. 

Kemudian, di Batas Provinsi Aceh - Batas Kota Sidikalang Panji - Merek-Batas Kabupaten Dairi - Batas Kabupaten Samosir dan Jalan Dalam Kota Sidikalang sepanjang 85,33 km. 

Selanjutnya, preservasi dan pelebaran ruas jalan Pangururan - Ambarita - Tomok - Onan Runggu sepanjang 76,9 km, jalan Tele - Pangururan - Nainggolan - Onan Runggu sepanjang 69 km, Jalan Tebing Tinggi - Pulua Siantar - Parapat sepanjang 109,9 km. Ketiganya menggunakan skema kontrak tahun jamak atau multi years contract (MYC). 

Selain itu, juga terdapat pembangunan jalan baru yakni ruas Siantar By Pass, Jalan Silangit Muara, serta melanjutkan pembangunan jalan Balige By Pass sepanjang 1,5 km dan pembukaan badan jalan sepanjang 3 km. 

Kemudian, preservasi jalan dan jembatan Merek - Batas Kabupaten Dairi - Panji - Batas Kabupaten Simalungun - Saribu Dolok - Tiga Rungu - Tanjung Dolok sepanjang 112,37 km, dan Pembangunan Jembatan Tano Ponggol.

Pada KSPN Borobudur dianggarkan sebesar Rp271,8 miliar untuk pekerjaan Rekonstruksi ruas jalan Batas Kebumen - Purworejo - Karangnongko sepanjang 91,7 km, preservasi jalan Pringsurat - Secan - Batas Yogyakarta sepanjang 71,56 km dan jalan Jombor - Yogyakarta - Karangnongko sepanjang 60,2 km. 

Kemudian, pekerjaan rutin transmisi jalan Batas Kebumen - Purworejo - Karangnongko, serta kegiatan Integrated Infrastructure Development for National Tourism Strategic Areas dengan biaya sebesar Rp60 miliar. 

Peningkatan akses KSPN Lombok pada tahun ini dianggarkan Rp306 miliar yang mencakup pekerjaan Preservasi Ruas Jalan Bandara Internasional Lombok (BIL) - Kuta (Mandalika) sepanjang 60,3 km dan Jalan Cakranegara - Mantang; Mataram - Gerung - Kuripan; Ampenan - Pemenang sepanjang 110,69 km. 

Rehabilitasi dan rekonstruksi ruas jalan Ampenan - Pemenang di Kota Mataram sepanjang 1,5 km dan pelebaran jalan Pemenang - Bayan - Sembalun I di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara sepanjang 136 km (MYC).

Dukungan lain dengan Penggantian Jembatan Longken sepanjang 100 meter, Jembatan Luk I sepanjang 30 meter, dan Jembatan Sokong sepanjang 120 meter. 

Untuk KSPN Labuan Bajo dilakukan pembangunan Ruas Jalan Labuan Bajo - Terang - Pelabuhan Bari sepanjang 9,14 km dan Preservasi Jalan Labuan Bajo - Malwatar sepanjang 65,6 km dengan biaya seluruhnya sebesar Rp 66,1 miliar. 

Empat KSPN prioritas tersebut merupakan bagian dari 10 "Bali Baru" yang dikembangkan Pemerintah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.

Sektor pariwisata diharapkan menjadi sektor andalan untuk mendatangkan devisa, membuka lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal.