Tim Spektronics ITS Raih Juara Umum di Ajang Chemeca Sydney 2019

01 Oct 2019 22:38 Pendidikan

Tim Spektronics Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil meraih gelar juara internasional, dalam ajang lomba mobil prototipe berbahan bakar reaksi kimia Chemeca 2019 di Sydney, Australia, Selasa 1 Oktober 2019.

Tim Spektronics ITS berhasil memenangkan perlombaan dengan raihan juara satu untuk kategori race, dan juara dua untuk kategori poster. Prestasi itu yang mengantarkan tim Spektronics ITS dinobatkan sebagai juara umum dalam kompetisi tahunan berskala internasional itu.

Ajang Chemeca merupakan konferensi untuk Chemical Engineers (Insinyur Teknik Kimia) dan berbagai disiplin ilmu lain. Salah satu kegiatan utama dalam konferensi ini ialah perlombaan chem-E-car, yakni purwarupa mobil dengan energi reaksi kimia.

Tim Spektronics diwakili oleh Satrya Fuad Afif Sulistiyo, Widi Citra Lestari, Evan Mika Subnafeu, Kharisma Perdana Setiawan, dan Tiara Mahendra Kurniawati.

Tim membawa terobosan mobil bernama Spektronics Aerio Superior (AS). Skor sedikit di bawah University of Queensland Australia dalam kategori poster.

Dalam kategori race, tim Chem-E-Car ITS ini menjadi yang terbaik dengan jumlah error hanya 53 sentimeter. Sesuai dengan aturan lomba yang telah ditetapkan, yakni tim dengan jumlah error paling minim dan mampu menempuh jarak terjauh akan dinyatakan sebagai pemenang.

Satrya Fuad Afif Sulistiyo yang dipercaya sebagai manajer tim, menyampaikan rasa bangga dan bahagianya, lantaran berhasil mengharumkan nama kampus dan bangsa dalam perlombaan ini.

“Jadi kami bangga, mampu membuktikan bahwa arek ITS sanggup bersaing dengan mahasiswa Australia, Singapura, dan sebagainya,” tutur mahasiswa Teknik Kimia ini saat dihubungi melalui pesan daring ini.

Fuad sapaan akrabnya mengatakan, hal menarik dari perlombaan ini ialah seluruh peserta mendapat kejutan dari penyelenggara berupa arena lintasan dengan permukaan karpet yang ditutupi plastik.

Pada percobaan pertama, Fuad bercerita bahwa mobil Spektronics AS memiliki jarak berhenti sebelum garis finis atau error yang sama dengan mobil milik University of Sydney, yakni 65 sentimeter.

Hal ini menjadikan pemacu Spektronics mereka merasa tidak ada ruang untuk melakukan kesalahan lagi. Hingga pada percobaan kedua, tim ini melakukan kalibrasi ulang data, sehingga error dapat diperkecil hingga 53 sentimeter, sementara Univesity of Sydney belum berhasil melakukan hal yang sama.

Fuad yang juga anggota tim teknis Spektronics ini mengungkapkan, tantangan terbesar adalah permukaan lintasan yang memaksa timnya untuk memodifikasi ban mobil untuk menghindari slip.

"Kondisi ini yang memaksa tim kamu untuk berburu material lainnya guna mensukseskab kompetisi ini. Karena tidak mudah untuk berkeliling beberapa toko perangkat keras di negeri asing," kata Fuad.

Tim Spektronics akan mengejar gelar juara pada kompetisi ICECC 2020 dan AIChe 2020. Sebelumnya ITS sempat vakum dari ajang perlombaan ini selama tiga tahun, dan kembali lagi dengan hasil juara umum. Selamat!

Penulis : Pita Sari
Editor : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini