Serangan Bom Gereja di SurabayaTim Gegana Tembak Mati 1 Terduga Teroris yang Pegang Bom

14 May 2018 01:28 Nasional

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin menyatakan bahwa korban meninggal akibat ledakan bom yang terjadi di Blok B lantai 5 Rusun Wonocolo, Sidoarjo adalah tiga orang yang terdiri pelaku yang bernama Anton Ferdiantono, istri dan satu anaknya.

"Ini ledakan pertama pada pukul 21.25. Pelaku adalah satu keluarga dengan 6 orang diantaranya 1 istri, dan 4 anak. Saat ini 3 anaknya yang terdiri 2 perempuan dan satu laki sedang dirawat di RS Bhayangkara Polda Jatim," katanya.

Sementara korban yang lain yang diduga meninggal, kata Machfud, adalah istri Anton dan satu anak laki-laki yang saat ini masih belum dievakuasi.

"Di lantai 5 Blok B masih ada 3 jenasah yaitu istri anton dan anaknya. Saat polisi datang Anton masih hidup dan memeluk bom dalam tas ransel. Akhirnya kami berhasil melumpuhkan dengan menembak Anton hingga tewas," kata Machfud dalam konferensi persnya di Rusun Wonocolo.

Dia pengungkapan ini tim Densus 88 juga berhasil mengamankan satu bom dengan daya ledak tinggi dari tangan Anton. "Kita berhasil amankan 1 bom yang sekarang kita bawa ke tim jihandak," ujar Kapolda yang memimpin langsung pengungkapan kasus ledakan bom di rusun Wonocolo.

Diketahui Anton Ferdiantono adalah warga Manukan Kulon Blok 19-H Nomor 19 Kecamatan Tandes Surabaya. Mereka menikah dengan istrinya di Kantor Urusan Agama (KUA) Maospati, Madiun.

Di samping itu Kapolda juga mengimbau kepada warga penghuni rusun untuk sementara tidak diijinkan kembali ke rusun, karena masih dalam proses olah tempat kejadian perkara. "Jangan kembali, sebelum selesai olah tempat kejadian perkara. Besok siang kemungkinan baru bisa ditempati lagi," katanya.

Sementara itu di lokasi kejadian Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang juga datang ke lokasi bom di Rusun Wonocolo tersebut. Kepada wartawan Oesman mengutuk dan mengecam keras aksi teroris yang menelan banyak korban.

"Saya mengecam dan mengutuk keras aksi ledakan bom yang menelan banyak korban. Dan kami mendukung upaya polisi untuk mengusut tuntas kasus terorisme ini," katanya. (hrs)