Tim DVI Tetap Bekerja, meski Operasi SAR Berhenti

07 Nov 2018 15:55 Nasional

Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Tingkat I Soekanto, Jakarta, sampai hari kesepuluh jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, berhasil mengidentifikasi 44 jenazah penumpang. Jenazah yang dikenali hingga Rabu 7 November 2018, terdiri 33 jenazah laki-laki dan 11 wanita.

Kepala Dokkes Polri Brigjen Pol Arthur Tamphi, mengatakan 44 jenazah penumpang Air Lion JT 610 itu didapatkan dari 186 kantong jenazah yang dikirim oleh Basarnas sejak hari pertama 29 Oktober 2018.

Bagian tubuh penumpang dalam kantong jenazah itu menjadi dasar bagi tim DVI untuk mengenali jenazah korban, dengan mencocokkan keterangan antemortem dengan post mortem.

"Meskipun sulit, tetap kami lakukan dengan harapan seluruh jenazah penumpang Lion Air JT 610 teridentifikasi," kata dr. Arthur, Rabu 7 Nopember 2018.

Menurut Arthur bagian tubuh penumpang Lion Air yang diterima tim DVI sudah dalam keadaan rusak, sehinga peluang mengenali jenazah korban melalui sidik jari sangat jecil. Sehingga yang memungkinkan dengan melalui DNA, gigi atau rambut.

Kepala Dokkes Polri itu berjanji akan terus bekerja sama dengan tim DVI untuk mengidentifikasi jenazah penumpang Lion Air JT 610, meskipun pencarian pesawat yang jatuh di perairan Karawang tersebut nantinya akan dihentikan.

Sementara itu, Badan SAR Nasional (Basarnas) memutuskan pencarian penumpang Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang Jabar, diperpanjang selama tiga hari lagi sampai 10 November 2018.

Ini merupakan perpanjangan kedua kalinya. Sebelumnya Basarnas memperpanjang pencarian selam tiga yang berakhir hari ini.

Kepala Basarnas, Laksamana Madya Mohammad Syaugi mengatakan perpanjangan ini hanya khusus untuk tim Basarnas. Sedang unsur lain Polri, TNI dan relawan dihentikan.

"Kepada unsur yang telah membantu pencarian korban dan badan pesawat kami mengucapkan terima kasih," kata Laksamana Madya Moh Syaugi dalam jumpa pers di posko Pelabuhan II JITC Tanjung Priok 7 November 2018. (asm)

Penulis : Asmanu Sudharso
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini