ITS Berangkatkan Tiga Mobilnya ke Shell Eco Marathon Asia 2019

22 Mar 2019 21:36 Pendidikan

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meluncurkan tiga kategori mobil yang akan mengikuti kompetisi Shell Eco-Marathon Asia 2019 di Sirkuit Internasional Sepang, Selangor, Malaysia.

Tiga mobil tersebut adalah Sapuangin untuk kategori Urban Gasoline, Nogogeni untuk kategori Urban Electric (listrik), dan Antasena untuk kategori Urban Hydrogen.

Bagi Antasena, kategori urban hydrogen baru pertama kali diikuti. Karena sebelumnya juga pernah ikut dalam kompetisi ini, namun bukan dalam kategori urban hydrogen.

Ghalib Abyan, General Manajer tim Antasena mengatakan ini merupakan tantangan bagi tim Antasena.

"Di tahun 2012 dan 2014 kami pernah ikut kategori prototype. Kali ini kami ikut dengan kategori hydrogen yang ramah lingkungan," ujar mahasiswa jurusan Teknik Material ITS.

Ghalib menambahkan mobil hemat energi berbasis hydrogen ini cukup rumit dalam pengembangan dan mengaplikasian. Sebab di Indonesia belum ada pengembangannya dan biaya juga mahal.

Mobil hydrogen hemat energi dari tim Antasena ITS Foto Pitangopibarengid
Mobil hydrogen hemat energi dari tim Antasena ITS. (Foto: Pita/ngopibareng.id)

"Mobil ini menggunakan mesin viocell yang cukup mahal. Jadi kami menggunakan gas hydrogen yang dicampur dengan oksigen lingkungan sekitar yang akan bereaksi kimia dan menghasilkan air untuk bahan bakar," katanya. 

Selain itu, kata Ghalib, untuk mobil hydrogen ini tim Antasena mengembangkan Zero-Emission, High-Performance Body Technology, Self-vehicle Cooling System, Accidental Safety System serta menggunakan part-part yang dibuat menggunakan 3D printing sebanyak 25 persen dari kendaraan.

"Teknologi 3D printing ini berhasil menekan bobot dari mobil Antasena hingga 80 kilogram," katanya. 

Kata Ghalib, membawa mobil Antasena ke Malaysia juga menjadi tantangan tersendiri, karena mesin viocell sangat sensitif dan rentan meledak. 

"Karena mesin sangat sensitif dengan api dan mudah meledak. Untuk itu kami sudah mengevaluasi dan akan membawa mesin ini dengan kotak khusus yang kedap suara," katanya. 

Dalam menghadapi kompetisi ini Tim Antasena telah berlatih setiap hari dan mengevaluasi kekurangannya, sehingga diharapkan dalam kompetisi nanti tidak ada kendala-kendala, sekaligus bisa menjadi juara. 

Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari berharap apa yang sudah dilakukan dan dipersiapkan ketiga tim ini bisa membawa ITS meraih juara untuk kesembilan kalinya. 

"Semoga tahun ini ITS bisa meraih juara lagi seperti delapan tahun sebelumnya. Begitu pula dengan kategori yang baru, semoga kita menang," katanya. 

Reporter/Penulis : Pita Sari
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini