Tim Ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ketika melakukan checking lampu penerangan GBT. (Foto: Humas Pemkot Surabaya)

Tim Ahli ITS: Lampu GBT Lebih Tinggi dari Standar FIFA

23 Jan 2021 20:54

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Tim Ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Samsul Anam memastikan pencahayaan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Kota Surabaya sudah melebihi kapastitas yang ditentukan FIFA. Saat ini, penerangan GBT sudah mencapai 2.850 lux. Sedangkan standar FIFA hanya 2.000 lux saja,

Samsul Anam mengatakan, sebenarnya pada 24 Desember 2020 sudah dilakukan pengecekan yang pertama kali setelah lampu secara resmi terpasang. Namun karena ada penambahan, maka timnya melakukan cek ulang markas Persebaya Surabaya itu.

"Tanggal 24 Desember lalu sudah dilakukan pengecekan. Tetapi kita sekarang mengecek kembali dan kebetulan pada saat itu ada sedikit penambahan. Sekarang ini sudah clear," kata Samsul.

Berdasarkan hasil pantauan usai melakukan uji kelayakan lampu di stadion utama GBT pada Kamis 21 Januari 2021 lalu, Samsul menyatakan, pencahayaan stadion GBT ini sudah melebihi kapasitas yang ditentukan oleh FIFA, yaitu 2.000 lux, sedangkan Pemkot Surabaya sendiri sudah memberi target khusus yakni 2.400 lux. Lux merupakan satuan yang biasa digunakan untuk mengukur intensitas atau kecerahan cahaya pada permukaan benda. 

"Artinya sudah lebih tinggi lagi karena saat bulan Desember saja 2.700 lux, setelah ada penambahan dan sedikit revisi, sekarang sudah mencapai 2.850 lux," katanya.

Menurut dia, Pemkot Surabaya memberi standar yang lebih tinggi lantaran karena lambat laun lampu akan mengalami peredupan karena dimakan usia dan cuaca. Namun, Samsul menjamin jika pelaksanaan Piala Dunia U-20 berlangsung pada tahun 2023 mendatang maka pencahayaan stadion masih sesuai dengan standar yang ditentukan oleh FIFA.

"Kita sudah hitung, ketika mengalami peredupan pun masih akan sesuai dengan standar. Perkiraan turunnya pun menjadi 2.400 lux," katanya.

Samsul menjelaskan, metode yang digunakan dalam pengujian ini menggunakan sampling, yakni caranya dengan membagi lapangan menjadi 96 titik lokasi. Dari puluhan titik itu dilakukan pengujian dengan alat dan menghasilkan sekitar 2.850 lux.

"Kalau untuk perawatannya tidak terlalu sulit karena lampu yang digunakan LED sudah anti cuaca, debu, binatang. Saat hujan pun sudah aman," kata Samsul.

Sementara itu, Staf Bidang Bangunan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR) Surabaya Loli Syahruli menambahkan, periode pengecekan akan dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi lampu baik-baik saja.

Selain itu juga menjaga lensa lampu agar tetap bersih, sehingga ketika pelaksanaan Piala Dunia U-20 nanti, meski ada penurunan tetapi masih sesuai dengan standar FIFA.

"Kita siapkan betul, karena GBT ini adalah sebuah stadion dengan kemampuan internasional untuk kita menerima tamu-tamu. Kita juga perhatikan pencahayaannya, tidak hanya dalam stadion, tetapi seluruh ruangan," katanya.