Tiga Ribu Jurnalis Liput Pertemuan Donald Trump - Kim Jong-Un di Singapura

11 Jun 2018 12:16 Internasional

Sekitar 3.000 jurnalis datang ke Singapura untuk meliput KTT bersejarah antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un yang digelar pada Selasa besok, 12 Juni 2018.

Dari sekitar tiga ribu jurnalis itu, dua diantaranya dideportasi. Kedua jurnalis  media Korea Selatan itu dideportasi setelah ditangkap karena secara ilegal memasuki kediaman duta besar Korea Utara di Singapura, ungkap kepolisian pada Minggu 10 Juni 2018.

Singapura terkenal ketat dalam penegakan hukum dan ketertibannya, sementara media Korea Selatan dikenal karena kegigihan mereka.

Kedua staf tersebut, yang berusia 42 dan 45 tahun dan bekerja untuk Korean Broadcasting System (KBS) News, ditangkap pada Kamis dan dituduh melakukan tindak pidana masuk tanpa izin.

Mereka diberi “peringatan keras” sebelum diusir pada Sabtu, ujar kepolisian dalam sebuah pernyataan tak lama setelah Kim Jong Un mendarat di negara itu.

Dua orang lain yang bersama mereka – satu staf KBS dan penerjemah untuk kelompok itu – terbukti tidak melakukan pelanggaran.

Keamanan cukup ketat dikerahkan untuk KTT tersebut, dengan beberapa daerah di negara itu dijaga ketat.

Polisi menegaskan peringatan bahwa jurnalis yang melanggar undang-undang Singapura “tidak akan diakui, dan dengan demikian tidak akan bisa meliput KTT antara AS dan Korea Utara.”

Sementara itu, pemerintah Singapura menutup sejumlah ruas jalan menjelang pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Pimpinan Korea Utara Kim Jong Un, demi keamanan.

Hal itu diumumkan otoritas kepolisian negara setempat melalui media sosial twitter resmi milik Kepolisian Singapura hari ini, Senin.

"Untuk mendukung puncak pertemuan DPRK-AS, penutupan jalan dilakukan di sepanjang jalan di sekitar Anderson Road menuju Orchard Road," bunyi pesan aparat kepolisian Singapura itu pula.

Aparat kepolisian berharap pengendara merencanakan perjalanan lebih awal dan mematuhi petunjuk arah dan instruksi dari kepolisian.

Rencananya, Perdana Menteri Singapura akan bertemu dengan Presiden AS Donal Trump, Senin (11/6) siang, atau sehari sebelum pertemuan bersejarah dua pemimpin itu.

Trump tiba di Singapura pada Minggu kemarin. (an/afp/rr)
Penulis : M. Anis


Bagikan artikel ini