Pilkada Sumenep. (Foto: Ilustrasi)

Tiga Kandidat Diprediksi Maju di Pilkada Sumenep

Pilkada 30 April 2020 03:26 WIB

Pemilihan Kepada daerah (pilkada) Kabupaten Sumenep diprediksi akan diikuti tiga kandidat. Ketiganya adalah Fattah Jasin, KH Shalahuddin A. Warits atau yang biasa dikenal Ra Mamak, serta Achmad Fauzi.

“Sejauh ini nama Fattah Jasin terbilang cukup unggul dan lebih populis dibandingkan yang lainnya pendatang baru di Kota Sumekar,” kata Aktifis Forum Masyarakat Inspiratif (Formatif) Fadal.

Apalagi, Fattah saat ini telah resmi mendapatkan rekomendasi dari partai pemenang Pemilu 2019 di Sumenep, yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dukungan dari PKB ini juga diikuti dukungan sejumlah tokoh dan aktivis Pamekasan.

Selain punya pengalaman birokrasi, Fattah juga rajin blusukan sehingga cukup dikenal di Pamekasan.

“Orangnya pintar sederet pengalaman jabatan birokrasi menjadi wajar ketika dikenal dan mendapatkan perhatian Parpol,” ujarnya.

Selain nama Fattah Jasin, putra Pondok Pesantren Annuqayah, KH Shalahuddin A. Warits atau yang biasa dikenal Ra Mamak juga dinilai punya kans sebagai cabup yang saat ini memang sudah masuk bursa bacabup. Ra Mamak akan mewakili basis kultur golongan kiai.

“Prediksi saya Ra Mamak ini pasti gol mendapat rekomendasi partai, salah satunya PPP. Sebab beliau memiliki basis dan loyalis yang sangat kuat, utamanya dari sejumlah Alumni Annuqayah. Otomatis punya peluang besar di cabup. Pastinya menjadi pertimbangan,” ujarnya.

Hanya saja Ra Mamak masih membutuhkan pendamping sebagai wabupnya, yang harus handal dan memiliki basis pula. Selain bisa masuk ke PPP, maka bisa berkoalisi dengan Demokrat.

Sementara untuk PDIP di Pilkada Sumenep, ada Achmad Fauzi dan Dewi Khalifah. Keduanya telah resmi direkom oleh partai pimpinan Megawati Soekarno Putri.

“Fauzi ini adalah incumbent, sudah jelas massanya. Sedangkan Dewi Khalifah, dikancah politik bukan orang baru karena mantan DPRD. Juga keturunan trah biru sehingga dinilai punya basis dan loyalis dan sangat kuat,” kata dia.

Namun peta ini tetap bisa berubah apalagi KPU telah memutuskan untuk menunda Pilkada hingga tahun 2021.

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

29 May 2020 01:00 WIB

DPRD Jatim Dukung Penerapan New Normal

Jawa Timur

"Hidup berdampingan dengan corona" harus siap new normal.

29 May 2020 00:46 WIB

Risma Paparkan LKPJ 2019 di DPRD Kota Surabaya

Surabaya

Risma menjelaskan berbagai program yang telah dijalankan pada 2019.

29 May 2020 00:30 WIB

Cegah Covid-19, Kemendikbud Laksanakan PPDB secara Online

Pendidikan

PPDB harus sesuai protokol kesehatan saat pandemi corona.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.