Tiga Desa Anggota KOPI Identifikasi Persoalan Pekerja Migran

19 Nov 2018 08:50 Jawa Timur

Tiga desa anggota KOPI (Komunitas Pekerja Migrant Indonesia) risau dengan berbagai kasus yang menimpa para tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Ini setelah baru saja terjadi eksekusi mati terhadap Tuti Tursilawati, seorang pekerja Indonesia di Arab Saudi.

Ketiga desa itu adalah Desa Gogodesa, Desa Jatinom dan Pandanarum, Blitar. ''Di desa kami banyak pekerja migran yang berada di luar negeri. Karena itu, kami berusaha mengindentifikasi berbagai permasalahan sehingga bisa membekali para pekerja migran agar tidak terjadi kasus seperti Tursilawati,'' kata Kepala Desa Gogodesa, Kanigoro, Blitar.

Upaya tiga desa melindungi warganya itu dilakukan dengan menggelar diskusi dengan menghadirkan Ketua KOPI yang menjadi binaan Yayasan Infest dari Yogyakarta Edi Purwanto. Hadir juga sebagai pembicara dari AID Migran Muhammad Khalili.

Dalam kesempatan tersebut terungkap bahwa TKI yang diharapkan menjadi penyumbang devisa itu banyak menghadapi masalah mulai dari sebelum pemberangkatan sampai dengan ketika di negara tujuan. Persoalan yang banyak muncul antara lain karena hubungan pekerja dengan majikan.

''Banyak kasus para pekerja migran kita yang ditipu para majikannya, temannya sendiri, bahkan perusahaan yang mengirimkan mereka. Hanya saja, perlindungan terhadap pekerja migran selama ini masih terasa kurang,'' kata Muhammad Khalili.

Pelatihan pekerja migran di Desa Gogodesa Kanigoro Blitar
Pelatihan pekerja migran di Desa Gogodesa, Kanigoro, Blitar.

Ia menyebutkan perlunya meningkatkan kerjasama antara pihak-pihak yang terkait dengan perlindungan pekerja migran. Mulai dari pemerintahan desa asal pekerja, pemerintah kabupaten, LSM, Disnaker dan BNP2TKI. Misalnya, pemerintahan desa jangan sampai memanipulasi data pekerja seperti menuakan umur dan sebagainya.

Selain itu, pemerintahan desa perlu juga memberikan pemahaman terhadap para calon TKI untuk jeli memilih perusahaan yang akan memberangkatkan ke luar negeri. Apakah perusahaan tersebut legal atau tidak?. Pekerja juga perlu mendapat bekal pengetahuan yang cukup tentang negara yang akan dituju.

Kegiatan identifikasi persoalan pekerja migran itu berlangsung Balai Pelatihan Pertanian dan peternnakan Kandang Ternak Terpadu desa Gogodeso. Ketiga desa anggota KOPI yang terlibat dalam kegiatan termasuk tergolong sebagai daerah yang banyak menyumbang tenaga kerja migran. (Rid)


Reporter/Penulis : Arif Afandi


Bagikan artikel ini