3 Alasan Persebaya Menolak Pecat Candra dan Nanang

16 Aug 2019 18:43 Liga Indonesia

Tuntutan Bonek Mania untuk memecat Candra Wahyudi (manajer Persebaya) dan Nanang Priyanto (media officer Persebaya) tak dikabulkan oleh presiden tim Persebaya, Azrul Ananda.

Candra dan Nanang yang dinilai oleh Bonek berkhianat karena bukan orang Surabaya asli, dibantah oleh Azrul. Sebab sebetulnya dua orang ini memiliki peran besar atas kembalinya Persebaya.

"Jadi sebetulnya kalau dilihat ke belakang, Candra dan Nanang ini punya peran besar atas kembalinya Persebaya. Jadi tidak bisa kita berhentikan seperti itu, meski dia orang Malang," kata Azrul, Jumat 16 Agustus 2019.

Berikut jasa-jasa Candra dan Nanang pada Persebaya

1. Berperan Penting atas kembalinya Persebaya ke pentas sepak bola nasional.

Azrul juga menyebut jassa Candra ini terlalu besar di Persebaya. Sehingga kalau untuk mendepak, dia tidak bisa. Terlebih sejak 2016, Candra sudah lebih banyak berperan untuk membangunkan tim tersebut agar bisa diakui kembali oleh PSSI.

Sejak 2016, sebelum Persebaya kembali berkompetisi, Candra sebagai penghubung antara Azrul dengan pengurus Persebaya lama. Candra adalah orang yang paling mendesak saya untuk membantu tim ini agar bisa kembali berkompetisi.

2. Jasa Candra dan Nanang Tak bisa Dilupakan Azrul

Selain itu, Azrul menyebut selama ini jasa Candra dan Nanang sudah sangat besar dalam mengawal Persebaya hingga menjadi tim yang profesional. Hal ini tentu tidak bisa dilupakan begitu saja.

Dua orang ini sejak 2017 menata menajemen tim hingga Persebaya kini sudah tidak terlalu banyak menderita kerugian secara finansial. Menurut Azrul, ini yang tidak pernah diketahui oleh Bonek dan pecinta Persebaya karena keduanya melakukan tugasnya di balik layar.

3. Rela Meninggalkan Pekerjaan utamanya demi Mengabdi di Persebaya

Bukan soal jasa dan pengabdiannya saja yang membuat Azrul mempertahankan dua orang ini. Namun, loyalitasnya terhadap tim mendapat apresiasi dari CEO Persebaya.

Candra dan Nanang bahkan harus rela meninggalkan pekerjaannya di perusahaan media terbesar di Indonesia Timur ini, yang saat itu gajinya lebih besar dari sekadar menjadi pengurus Persebaya.

Waktu Persebaya berpindah kantor, Azrul menawarkan ke Candra dan Nanang untuk membantunya menata organisasi ini, dan dia dengan senang hati membantu dan meninggalkan pekerjaannya. Itu yang tidak bisa dia lupakan.

Seperti diketahui, Suporter Persebaya, Bonek menduduki Kantor Persebaya sejak pukul 21.00 WIB, Kamis, 15 Agustus 2019. mereka meminta Candra dan Nanang dipecat dari jabatannya. Mereka menilai dua orang ini berkhianat karena bukan orang Surabaya asli.

Bahkan, ratusan Bonek menduduki Kantor Persebaya, pasca Persebaya dihajar Arema 0-4. Kekalahan telak ini merupakan kekalahan terburuk sepanjang gelaran liga 1 musim 2019.

 

Performa yang terus memburuk ini menjadi pertanyaan besar di benak Bonek Mania. Terlebih buruknya performa tim kebanggaan bonek ini berujung pada pemecatan pelatih kepala Djajang Nurdjaman yang kemudian sementara perannya digantikan Bejo Sugiantoro.

Penulis : Haris Dwi
Editor : Rizal A


Bagikan artikel ini