Kim Jong Un Pemimpin Korea Utara dan Donald Trump Presiden Amerika Serikat sudah berada di venue pertemuan bersejarah di antara mereka di Singapura. (Foto: Capture live CNN)

Tiba di Tempat Sekitar 07.30 WIB, Trump dan Kim Akhirnya Bertemu

12 Jun 2018 08:55

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Kim Jong Un Pemimpin Korea Utara dan Donald Trump Presiden Amerika Serikat sudah berada di venue pertemuan bersejarah di antara mereka di Singapura, Selasa 12 Juni 2018 ini, setelah kedua belah pihak berupaya menyempitkan perbedaan di antara mereka mengenai cara mengakhiri perselisihan nuklir. Beberapa menit kemudian mereka menggelar pertemuan empat mata.

Seperti dilansir Antara, Trump optimistis terhadap prospek hasil positif dari pertemuan pertama antara seorang presiden Amerika dengan seorang pemimpin Korea Utara, namun Mike Pompeo Menteri Luar Negeri tetap mempertannyakan kejujuran Kim mengenai niatnya untuk denuklirisasi.

Para pejabat kedua belah pihak telah bertemu selama beberapa menit untuk menyusun landasan bagi pertemuan puncak hari ini. Pertemuan ini nyaris tak terbayangkan oleh siapa pun karena beberapa bulan Trump dan Kim saling mengeluarkan ancaman sehingga menimbulkan kekhawatiran pecahnya perang.

KTT ini dijadwalkan mulai pukul 09.00 waktu setempat atau pukul 08.00 WIB ini.

Trump adalah pihak pertama yang tiba di Hotel Capella di Pulay Sentosa, yang merupakan pulau liburan di lepas pantai Singapura yang dipenuhi hotel-hotel mewah, taman tema Universal Studios dan pantai-pantai buatan manusia.

Tayangan televisi menunjukkan iring-iringan pembawa Kim tiba di situs itu setelah Trump.

Kim dijadwalkan kembali ke Korea Utara sore nanti.

Pemimpin jebolan Swiss yang berusia 34 tahun itu tidak pernah meninggalkan negaranya sejak berkuasa pada 2011, selain dua kali ke Tiongkok dan sekali ke Korea Selatan untuk bertemu dengan Presiden Moon Jae-in.

Kim terus mengumbar senyum selama di Singapura yang seolah memupus gambaran beberapa bulan sebulannya sebagai pemimpin bengis yang memerintahkan eksekusi pamannya sendiri, abang tirinya dan beberapa pejabat Korea Utara yang dianggap tidak loyal, demikian Reuters. (ant)