Ramai Pengunjung, Tapi Pedagang di THP Kenjeran Sepi Pembeli

01 Jan 2019 18:00 Surabaya

Ramainya pengunjung yang sedang berlibur di Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran, Surabaya tampak tak senasib yang dialami para pedagang. Justru pedagang mengaku dagangannya sepi pembeli.

"Sepi pembeli, tidak seperti tahun lalu," ujar Endang Kuswati pedangan berusia 42 tahun, kepada ngopibareng.id, Selasa, 1 Januari 2019.

Kata Endang Kuswati, pedagang pernak pernik khas Kenjeran seperti gelang, kalung, pigura dari kerang ini meski pengunjung ramai tapi pendapatannya menurun dibanding tahun kemarin. Sampai siang ini, ia mengaku hanya mendapat sekitar Rp200 ribu. Padahal tahun lalu setengah hari bisa mnghasilkan Rp1 juta.

Pengunjung yang membawa bekal bersama keluarganya
Pengunjung yang membawa bekal bersama keluarganya

Begitu juga Susiayawati, 35 tahun, pedagang pernak pernik mengaku sepi pembeli bila dibanding tahun sebelumnya.

"Sepi. Pasarnya kosong melompong dibanding tahun sebelumnya. Karena ada atlantis mungkin ya, jadi agak sepi pembeli," kata warga asli Tambak Deres.

Biasanya, kata Susiayawati pendapatanya sudah mencapai Rp1,5 juta. Tapi sampai siang, ia mengaku baru mendapatkan Rp800 ribu.

Tak hanya pedagang pernak pernik yang merasakan omzetnya menurun dari tahun kemarin, pedagang makanan yang ada di THP juga merasakan hal yang sama.

Ani, 40 tahun, salah satu pedagang bakso menuturkan, pendapatannya menurun dibanding hari tahun sebelumnya.

"Sampai saat ini baru dapat Rp800 ribu. Biasanya bisa lebih," kata Ani saat ditemui ngopibareng id di warung baksonya. 

Libur Tahun Baru 1 Januari 2019, Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran Jalan Pantai Ria Kenjeran Surabaya, ramai dipadati pengunjung.

Sampai siang ini, diketahui sudah lebih dari 10 ribu tiket yang terjual. "Sudah 10 Ribu tiket terjual sampai siang ini pukul 12.00 WIB," kata Dedik Kurniawan, salah satu petugas PHP Kenjeran. 

Dari pantauan ngopibareng.id sampai pukul 15.00 WIB Pantai Kenjeran masih dipenuhi pengunjung. Kebanyakan dari pengunjung memang membawa bekal sendiri dari rumah sehingga tidak membeli makanan yang dijajakan pedagang. (pts)

Reporter/Penulis : Pita Sari
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini