Donald Trump akui penyerangan itu dilakukan sebagai balasan atas apa yang dilakukan Qasem Soleimani selama ini. (Foto: Antara)

Tewaskan Jenderal Iran, Donald Trump Akhirnya Buka Suara

Internasional 03 January 2020 22:05 WIB

Setelah beberapa jam sejak tewasnya jenderal Qasem Soleimani akibat serangan udara yang dilancarkan pasukan Amerika Serikat, Presiden negara adidaya itu, Donald Trump, yang sebelumnya sempat bungkam akhirnya buka suara. Ia menyampaikan pendapatnya tentang sosok Soleimani serta sejumlah kesalahan jenderal yang menjadi simbol perlawanan terhadap AS tersebut.

Unggahan bendera AS itu pun mendapat like dari 118 ribu lebih netizen, sementara dua komentar Trump yang diunggah beberapa jam setelahnya masing-masing mendapat like sebanyak 6 ribu lebih dan 4 ribu lebih.

Dalam cuitannya itu, Trump mengatakan bahwa Soleimani layak mendapatkannya karena dia tak disukai di negaranya sendiri.  “Iran tidak akan pernah bisa mengakuinya dengan benar, Soleimani dibenci dan ditakuti di negara itu. Mereka tidak begitu sedih karena para pemimpin akan membiarkan dunia luar percaya. Dia seharusnya dikeluarkan (dari Iran) bertahun-tahun yang lalu!” tulis Trump.

“Jenderal Qassem Soleimani telah membunuh atau melukai ribuan orang Amerika dalam waktu yang lama, dan berencana untuk membunuh lebih banyak lagi ... tetapi tertangkap! Dia secara langsung dan tidak langsung bertanggung jawab atas kematian jutaan orang, termasuk jumlah besar baru-baru ini ....,” tulisnya lagi.

Pentagon sendiri mengakui, bahwa serangan itu merupakan intruksi langsung Trump kepada militer AS.

"Atas arahan Presiden (Donald Trump-red), militer AS telah mengambil langkah defensif tegas untuk melindungi personel AS di luar negeri dengan membunuh Qasem Soleimani, kepala Pasukan Quds pada Garda Revolusi Iran, yang ditetapkan AS sebagai Organisasi Teroris Asing," ungkap Pentagon.

Opini yang dibangun Trump bertolak belakang dengan sikap pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Ia bahkan bersumpah akan ada 'pembalasan dendam yang hebat'. Ia juga menetapkan masa berkabung selama tiga hari di seluruh Iran untuk menghormati Komandan Garda Revolusi Iran, yang sosoknya dikagumi warga Iran dan dianggap sebagai pahlawan tanpa pamrih dalam memerangi musuh-musuh di luar negeri.

"Mati syahid menjadi hadiah atas upaya-upaya tanpa henti yang dilakukannya dalam beberapa tahun ini," ucap Khamenei dalam pernyataan berbahasa Farsi via Twitter, yang merujuk pada Soleimani seperti dikutip dari Detik.

Twitter pun sangat ramai dengan topik serangan itu, termasuk soal kecemasan munculnya Perang Dunia III. Saat ini, World War 3 tiba-tiba menempati posisi 3 trending topic di Twitter wilayah Indonesia dan WWIII ada di posisi kesembilan. Untuk wilayah dunia, Iran dan World War 3 menempati ranking pertama dan kedua.

Penulis : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

31 Mar 2020 13:15 WIB

Ada Imbauan Tinggal di Rumah, Toko Bangunan Dibobol Maling

Kriminalitas

Maling menjebol atap asbes bangunan, dan menggasak sejumlah uang

31 Mar 2020 13:00 WIB

Pengamat: Lockdown Lokal Bisa Jadi Ancaman Berbangsa Bernegara

Nasional

Masyarakat di akar rumput banyak yang salah menyikapi ancaman corona

31 Mar 2020 12:50 WIB

WNI Baru Datang dari Luar Negeri, Langsung Berstatus ODP

Nasional

WNI yang baru kembali dari luar negeri langsung berstatus ODP.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.