Penutupan Jalan Yos Sudarso, Pengunjung Zangrandi Menurun

05 Sep 2019 01:58 Surabaya

Penutupan Jalan Yos Sudarso karena pembangunan proyek alun-alun bawah tanah yang memasuki hari ke-3 ini berdampak pada perekonomian sekitar jalan.

Seperti dialami kedai es krim Zangrandi, selama 3 hari ini penjualan dalam sektor dine-in, mengalami penurunan.

Biasanya, dalam satu hari ada sekitar 200 pengunjung. Namun, sejak penutupan Jalan Yos Sudarso, perharinya hanya sekitar 100-150 orang saja yang mampir.

Manager Ice Cream Zangrandi, Simon Cristian mengatakan penurunan tidak begitu mencolok. Mungkin karena imbas penutupan jalan.

"Kalau dibilang sepi ya tidak. Tapi penurunan ada. Biasanya setiap ada 200an lebih mas. Pasca penutupan jalan ini sekitar 100-an," kata Simon kepada Ngopibareng.id, Rabu 4 September 2019. 

Meski mengalami penurunan, kedai legendaris di Surabaya ini tetap buka dalam 3 hari terakhir. Simon berharap, kedepannya, berangsur-angsur pelanggan akan kembali ke Zangrandi untuk menyantap kudapan.

“Kita tetap buka. Saya harap kedepannya tidak akan berkurang lagi secara signifikan,” ujar Simon, Selasa 3 September 2019.

Karena itu, untuk mengantisipasi penurunan, pihak manajemen akan memaksimalkan sektor online. Karena menurutnya, dengan nama besar Zangrandi, peluang penjualan akan terbuka.  

“Kami akan maksimalkan layanan online saat penutupan jalan. Memang tidak signifikan saat pengunjung datang ke sini. Namun produk kami sudah dikenal. Harapan kami pelanggan memanfaatkan layanan online," kata Simon.

Simon mengaku, pelanggan dine-in berkurang, tapi yang sektor online jauh lebih banyak daripada hari biasanya. 

"Jadi seperti saling menutupi gitu mas. Online menguat untuk menutupi dine-in yang berkurang," kata Simon.

Diketahui Pemerintah Kota Surabaya menutup ruas Jalan Yos Sudarso mulai 1 September 2019 hingga 6 bulan kedepan. Hal itu dikarenakan, Pemkot memulai pembangunan alun-alun Surabaya bawah tanah, yang memang tepat berada di bawah tanah Jalan Yos Sudarso.

Penutupan Jalan Yos Sudarso dipastikan berdampak pada aktivitas bisnis di jalur protokol tersebut.

Apalagi setidaknya ada lima bisnis besar dan menengah yang berada di sepanjang Jalan Yos Sudarso seperti, Hotel Garden Palace, Es Krim Zangrandi, Bank Mega, Klinik Pusura, dan Rukun Jaya Mandiri (Distributor impor pipa).

Bukan hanya itu, ada juga beberapa depot dan warung makanan serta kelontong yang juga berdagang di sekitar Jalan Yos Sudarso.

Penulis : Alief Sambogo
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini