Subana, sopir dump truk B-9410-UIU sedang dirawat di RS MH Thamrin, Purwakarta. (Foto:IdNews)

Tersangka Kecelakaan Tol Cipularang Diancam 6 Tahun Penjara

Nasional 04 September 2019 15:20 WIB

Sopir dump truk yang menjadi tersangka kasus kecelakaan beruntun di jalan Tol Cipularang Kilometer 91 arah Jakarta pada Senin 2 September lalu terancam hukuman maksimal enam tahun penjara.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, di Purwakarta, Rabu mengatakan, pihak kepolisian telah menetapkan dua tersangka dalam kasus kecelakaan beruntun di jalan Tol Cipularang yang melibatkan 20 kendaraan.

Dua tersangka itu masing-masing berinisial Dedi Hidayat (DH),  sopir dump truk nopol B-9763-UIT. Tersangka DH meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit, sehingga gugur demi hukum. Sedang sopir satunya adalah Subana (S), sopir dump truk nopol B-9410-UIU, saat ini dirawat di RS MH Thamrin, Purwakarta.

Tersangka itu terancam hukuman penjara maksimal enam tahun. Itu sesuai dengan pasal 310 Undang Undang Nomor 22 tentang Lalu Lintas Angkutan jalan juncto pasal 359 dan atau 360 KUHP.

Kapolres Purwakarta AKBP Matrius mengatakan, dua sopir dump truk ditetapkan sebagai tersangka sesuai dengan keterangan saksi-saksi dan berdasarkan barang bukti yang ada di tempat kejadian.

Penetapan dua tersangka juga didasarkan atas bukti lain yang ditemukan saat olah tempat kejadian perkara serta hasil olah barang bukti

Selain dasar-dasar tersebut, ada unsur lain yang menyebabkan dua sopir dump truk itu ditetapkan tersangka.

Di antaranya ialah kelalaian yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, luka berat dan luka ringan. Termasuk unsur kelalaian yang mengakibatkan kerugian material.

Hal lainnya, kata kapolres, dua tersangka itu membawa muatan tanah merah melebihi batas yang telah ditentukan.

Dari yang seharusnya 12 ton, ini mengangkut 37 ton. Jadi kelebihannya 25 ton, tiga kali lipatnya.

"Baik DH maupun S ini sama-sama membawa truk dengan muatan yang sama, kendaraan jenis yang sama, serta muatannya kurang lebihnya sama," kata dia.

Dengan berlebihan muatan pasir tersebut, sehingga daya cengkram kendaraan berkurang, apalagi dari KM 97 - 90, kondisi jalannya berkelok dan menurun.

Kecelakaan beruntun di jalan Tol Cipularang yang melibatkan 20 kendaraan itu sendiri terjadi pada Senin 2 September siang. Delapan orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka dalam peristiwa itu. (an/ar)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

18 Jan 2020 14:25 WIB

Video Truk Kontainer Seruduk 7 Mobil di Rest Area Cipularang

Nasional

Truk terguling saat memasuki SPBU, dan muatannya menghantam mobil parkir.

18 Nov 2019 16:46 WIB

Kronologi Evi 'Kelewat Cantik' Kecelakaan di Tol Cipularang

Nasional

Anggota DPD Evi "Kelewat Cantik" terlibat kecelakaan di Tol Cipularang.

03 Sep 2019 12:19 WIB

Mengapa KM 90 Tol Cipularang Sering Kecelakaan, Ini Kata Menhub

Nasional

Karena yang sering terjadi kecelakaan kan di KM 90 ini. Dephub harus evaluasi,

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...