Buk Madura Buk Jawa, Kalau Nasi Campurnya Pilih Mana?

16 Apr 2019 09:15 Kuliner

Buk. Ada dua cara pelafalan kalau membacanya. Pertama mulut perlu mecucu tipis-tipis, lalu huruf k ditarik ke belakang dengan menjepit lidah bagian tengah belakang. Bunyik k seperti mau tertelan atau terkunci mati di antara tenggorokan 

Buk, kedua, mulut juga mecucu tipis-tipis lalu huruf k meletus keluar seperti di dorong dari dalam. Lidah hanya perlu mengambang ringan tanpa ada kesan menjepit apa pun di rongga tenggorokan. Sedang ujung lidah perlu sedikit menempel pada gigi bawah bagian dalam. 

Hanya tiga huruf. Pelafalannya berbeda. Tapi membawa peran dan kosekuensi tak sama. Satu persamaannya, pelafalan dengan gaya pertama dan kedua, pastinya adalah untuk sapaan bagi kaum perempuan. 

Hahaha seperti sedang belajar linguistik ya. Padahal sebenarnya tidak. Meski di dalamnya ada vokal ada konsonan. Ada gabungan vokal dan konsonan. Aslinya, saya, sedang mengajak Anda membicarakan soal campur lho.

Sego Suramadu di Kalibutuh Surabaya Cobalah buk satu ini kueren abis FotoInstagram Happy Suhadi
Sego Suramadu, di Kalibutuh Surabaya. Cobalah, buk satu ini kueren abis. (Foto:Instagram Happy Suhadi)

Buk pertama dan Buk kedua sama-sama penjual nasi campur. Buk kedua pasti penjual nasi campur gaya Jawa. Buk pertama, dengan konsonan k kejepit di tenggorokan itu, pastilah nasi campur gaya Madura.

Menjelang disantap, orang menyebutnya tidak lagi nasi campur, tapi nasi Madura. Atau lebih populer lagi disebutnya nasi buk. Ini tidak terjadi pada buk kedua, dia tetap dibilang nasi campur.

Aneh? Tidak! Masing-masing memiliki kehebatan sendiri-sendiri. Nasi buk biasanya tidak banyak yang jual. Tidak merata di semua tempat. Penjualnya nyaris 100 persen buk-buk Madura. Sementara nasi campur Jawa, hampir semua penjual nasi memiliki menu ini. Penjualnya? Bisa siapa saja. Bahkan orang Madura pun juga jago bikin nasi campur model Jawa.

Ini nasi buk yang kedua Nasi campur ala Jawa Serupa tapi tak sama Satu yang paling tak sama tidak ada sambal pencitnya FotoIstimewaHappy Suhadi
Ini nasi buk yang kedua. Nasi campur ala Jawa. Serupa tapi tak sama. Satu yang paling tak sama, tidak ada sambal pencitnya. (Foto:Istimewa/Happy Suhadi)

Panjang lebar bicara nasi campur tentu tak elok. Penting makin tahu bedanya, sensasinya, beresss! Ambil kunci motor, nyengklak sadelnya, wesss cepat sampai di tempat. Sangat disarankan naik motor atau sekalian sepeda angin. Naik mobil bisa menghambat selera, karena pasti susah mencari parkir. Atau? Ambil ponsel pintar, cari aplikasinya, pencet, wesss juga. Pesanan sudah di depan pintu rumah.

Spesifik, Anda saya ajak bertualang citarasa dengan buk yang pertama. Alasannya? Karena buk kedua cukup merata. Ada yang haujek, banyak yang hanya biasa-biasa saja. Nanti yang haujek nan keren saya bagikan liputan berikutnya ya.

Berikut ini nasi buk pertama yang layak diuber sampai lidah bertemu dengan citarasa nasi Madura yang sebenarnya.

1. Warung Sego Madura Suramadu
 
Adanya siang. Malam tak jual, karena sudah pasti habis. Warung pasti close. Di Surabaya, paling enak berburu adalah Warung Sego Madura Suramadu. Ada banyak pilihan lauk. Mulai dari cumi hitam, babat, paru, daging hingga ikan tongkol. Jangan lupa minta tambah sambal pencitnya. Benar-benar lidah menari ceria. Harganya seporsi terbilang terjangkau. Mulai dari Rp18.000 hingga Rp25.000. Jangan lupa juga lokasi warung. Sulit parkir. Maka naik motor lebih pas. Warung ini ada di jalan Kalibutuh No.6 Surabaya, ada juga di jalan Demak No 304 Surabaya. Jam Buka: 07:00-17:00.
 
2. Depot Madura Kak Nisa
 
Dibanding Warung Sego Madura Suramadu, Depot Madura Kak Nisa tak kalah keren. Citarasanya bikin merem dan melek. Kak Nisa ini terbilang masih anyaran. Huhhh enak tenan. Dia ada di wilayah Kenjeran, Surabaya. Lebih baik andhok di sana pagi saja. Sebab, biasanya, jam empat sore sudah ludes tak ada sisa. Harga? Hem... seporsi dipatok Rp.15000 -Rp25.000. Di Jalan 
Kenjeran 428, Surabaya. Jam Buka 07.00-16.00
 
3. Nasi Madura Bu Hamina
 
Warung  rekomen juga untuk diuber sampai dapat. Sensasi pedas dari nasinya benar-benar imbang dengan gurihnya taburan serundeng. Awas jangan sampai lupa diri kalau makan, sebab di bagian bawah ada alas daun pisang. Salah-salah kebawa makan, jadi seperti kambing dong nanti. Bu Hamina ini ada di Jalan Pegirian, tepatnya depan BCA. Jangan lupa sekalian ambil uang, biar tak perlu meninggalkan KTP. Jam Buka10:00-16:00.
Harganya, mirip sama yang di atas Rp15000–Rp20.000
 
4. Nasi Cumi Bu Ojet
 
Dilihat dari namanya, tempat makan ini memang menawarkan kuliner enak dengan bahan cumi. Ini legenda di Jalan Waspada, Surabaya. Rasanya jangan pernah tanya. Harus dicoba! Pasti very-very nendang dan membuat pembeli ketagihan. Pendekarnya di sini adalah Bu Atun. Lihat jadwal bukanya. Sore sampai malam. Jam Buka17:00 – 22:00. Harga bersahabat puol, Rp13.000 – Rp23.000.
 
Jadi? Coba banding sajian para buk istimewa itu. Masing-masing punya kehebatan, dan perjuangan yang tiada tara. Karena ini ngopibareng.id, jangan lupa, selesai makan lalu ngopi. Di mana ngopinya? Ya simak liputan berikutnya. (widikamidi)
Penulis : Widi Kamidi


Bagikan artikel ini