Terkait Pelarangan Salam, MUI Malang: Salam Secara Islam Cukup

12 Nov 2019 19:25 Jawa Timur

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang, KH Baidowi Muslich merespon terkait himbauan pelarangan ucapan salam lintas agama yang dikeluarkan MUI Jawa Timur.

Himbauan tersebut, kata Baidowi, merupakan kesepakatan MUI di Indonesia berdasarkan rapat kerja yang digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Dari itu maka saya sarankan ucapan salam secara Islam saja sudah cukup, karena itu adalah doa," tuturnya, ketika dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Selasa 12 November 2019.

Apalagi, lanjut Baidowi, tidak elok jika seorang pejabat negara yang memberikan sambutan dalam acara yang dihadiri mayoritas muslim memberikan salam lintas agama.

"Contohnya seperti Hari Santri, itu kan acara nasional dan yang hadir, pasti orang muslim. Maka tidak perlu mengucapkan salam dari agama lain," terangnya.

Namun, jika alasannya adalah untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, Baidowi mengatakan, dalih itu masih bisa ia terima. Akan tetapi menurutnya, pengucapan salam secara Islam saja sudah cukup.

"Namun jika semisal acara-acara nasional resmi seperti Hari Pahlawan, Hari Kemerdekaan, saya rasa tidak apa-apa lah. Namun saran saya mengucap salam secara Islam itu juga sudah cukup. Isinya kan baik mendoakan keselamatan untuk orang lain," tutupnya.

Seperti diberitakan ngopibareng.id sebelumnya, imbauan terkait pelarangan pengucapan salam tersebut terlampir dalam Surat Taushiyah bernomor 110/MUI/JTM/2019, yang ditandatangani langsung oleh Ketua MUI Jatim KH. Abdusshomad Buchori.

Kyai Somad sapaan akrab KH. Abdusshomad Buchori mengatakan, keluarnya surat imbauan ini berasal dari hasil Rakernas MUI di Mandalika, NTB beberapa waktu lalu.

Menurut Kyai Somad, latar belakang MUI Jawa Timur mengeluarkan Surat Taushiyah tersebut, karena gusar dengan fenomena di Indonesia akhir-akhir ini, terkait pengucapan salam lintas agama yang sering dilakukan oleh banyak pejabat negara.

Kyai Somad menjelaskan, pengucapan semua salam lintas agama itu kurang sesuai dengan nilai-nilai agama, khususnya Islam. Dalam agama Islam, salam yang diucapkan oleh seseorang diartikan sebagai doa untuk orang lain. Sehingga tidak patut apabila ibadah dicampuradukan dengan agama lain.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul
Editor : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini