"Kebijakan Indonesia Terhadap Palestina Tidak Berubah"Terkait Gus Yahya ke Israel, Presiden: Itu Urusan Pribadi

12 Jun 2018 19:45 Nasional

"Indonesia harus selalu bersama Palestina. Terpilihnya Indonesia menjadi anggota Dewan Keamanan PBB juga harus memberikan manfaat bagi rakyat Palestina," ujar Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo menekankan, kepergian Yahya Cholil Staquf ke Israel untuk menjadi pembicara dalam sebuah acara merupakan urusan pribadi yang bersangkutan. Kedatangannya itu sama sekali tidak mengubah sikap Indonesia terhadap perjuangan Palestina.

"Itu adalah urusan pribadi. Beliau kan sudah menyampaikan itu urusan pribadi karena beliau diundang sebagai pembicara di Israel," kata Presiden dalam pernyataannya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 12 Juni 2018.

 

Presiden juga telah memberikan arahan kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk memprioritaskan isu Palestina selama Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Presiden menegaskan Indonesia secara konsisten akan tetap bersama dengan Palestina.

"Indonesia harus selalu bersama Palestina. Terpilihnya Indonesia menjadi anggota Dewan Keamanan PBB juga harus memberikan manfaat bagi rakyat Palestina," ujarnya kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, sebagaimana keterangan diterima ngopibareng.id.

Terkait kunjungan Yahya tersebut, Retno lebih lanjut memberikan penjelasan mengenai arah kebijakan politik luar negeri Indonesia yang akan terus mendukung Palestina.

Demikian keterangan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden. (adi)

Reporter/Penulis : Riadi


Bagikan artikel ini