dr Sarojo Hartosoerodjo SpA.
dr Sarojo Hartosoerodjo SpA.

Terinfeksi Covid, Dokter Sarojo Hartosoerodjo Meninggal Dunia

Ngopibareng.id Jawa Timur 10 January 2021 18:10 WIB

Dokter Sarojo Hartosoerodjo SpA, 81 tahun, menjadi dokter pertama yang meninggal dunia di Kota Probolinggo akibat Covid-19, Minggu, 10 Januari 2021. Dokter spesialis anak (SpA) kelahiran Imogiri, Bantul, Jogjakarta 16 Agustus 1940 itu dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kauman, Kota Probolinggo.

"Beliau dokter pertama di Kota Probolinggo yang meninggal dunia karena Covid-19. Almarhum merupakan dokter senior yang ikut merintis berdirinya sejumlah rumah sakit di Probolinggo," kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Probolinggo, dr Intan Sudarmadi SpPD usai melepas jenazah almarhum di depan kamar mayat RSUD dr Mohamad Saleh, Kota Probolinggo, Minggu siang.

Shalat jenazah dilakukan di bahu Jalan Pandjaitan, tepatnya di depan kamar mayat RSUD. Jenazah diletakkan di dalam mobil ambulans, kemudian para jamaah shalat berjajar tiga di sebelah timurnya.

Sarojo sempat dirawat di rumah sakit milik Pemkot Probolinggo itu sejak Selasa, 5 Januari 2021 lalu. “Selain geriatri atau sudah sepuh, almarhum mengalami gejala demam yang tidak turun-turun, batuk, hingga susah menelan, sama dengan gejala Covid-19,” kata Plt Direktur RSUD dr Mohamad Saleh, dr Abraar HS. Kuddah SpB.

Sisi lain, almarhum tidak punya penyakit bawaan (komorbid). “Dengan kata lain, Covid-19 bisa mengakibatkan kematian meski tanpa komorbid, seperti almarhum yang sudah sepuh (geriatri),” katanya.

Pemakaman dr Sarojo Hartosoerodjo SpA di Tempat Pemakam Umum TPU Kauman Kota Probolinggo Foto Ikhsan MahmudiNgopibarengidPemakaman dr Sarojo Hartosoerodjo SpA di Tempat Pemakam Umum (TPU) Kauman, Kota Probolinggo. (Foto: Ikhsan Mahmudi/Ngopibareng.id)

Pihak Satgas Covid-19 Kota Probolinggo juga sudah melakukan tracing terhadap anggota keluarga Sarojo. “Pihak keluarga berdasarkan hasil tes swab PCR, semuanya negatif,” kata dokter spesialis bedah itu.

"Kami merasa kehilangan, almarhum merupakan bapaknya orangtua se-Kota Probolinggo. Bisa dikatakan mereka yang pernah dilayani Dokter Sarojo merupakan dua bahkan tiga generasi," kata dr Aminuddin SpOG, sejawat almarhum.

Perjuangan Sarojo layak diteladani para dokter di Probolinggo. "Beliau penuh dedikasi, bahkan di usianya yang sudah sepuh masih berdedikasi, rela tengah malam mendatangi rumah sakit," kata dr Intan.

"Pak Sarojo berjasa besar terhadap perkembangan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Muhammadiyah karena beliau pernah lama menjabat Direktur RSIA Muhammadiyah," kata Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Probolinggo, Masfu’.

Sementara itu Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes dan P2KB) Kota Probolinggo melaporkan, hingga Minggu, 10 Januari 2021 jumlah pasien Covid-19 terakumulasi sebanyak 1.640 orang.

Hari ini jumlah pasien baru Covid-19 sebanyak 5 orang. Sedangkan yang suspect hari ini nihil dan probable 24 orang.

Dari jumlah akumulasi tersebut, 1.276 orang di antaranya sudah sembuh, 248 orang dirawat, meninggal dunia 116 orang.

Penulis : Ikhsan Mahmudi

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

28 Feb 2021 09:29 WIB

Sejak Syekh Ali Jaber Meninggal, Istri Tidak Keluar Rumah

Tokoh

Syekh Ali Jaber meninggal sudah lebih dari 40 hari.

28 Feb 2021 09:11 WIB

Suro Sisik

Arif Afandi

Tiga kepala daerah baru yakni Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik bertemu.

28 Feb 2021 08:45 WIB

Lima Proyek yang Dikerjakan Agung Sucipto di Era Nurdin Abdullah

Korupsi

Kontraktor Agung Sucipto disebut KPK garap 5 proyek dari Nurdin Abdullah.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...