Terima Syekh Usamah dari Al Azhar Mesir, Ini Pesan Menteri Agama

22 Sep 2019 23:11 Nasional

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengatakan, seseorang yang mendalami agama yang baik tidak akan mudah terjebak pada pemikiran yang ekstrem. Dia tidak liberal atau terlalu konservatif. Melainkan, ada di tengah-tengah itu.

"Menurut saya, seorang yang moderat dapat memaknai ajaran agama dengan konteks kekinian atau tidak terlalu kontekstual. Di sisi lain, Islam moderat tidak mendorong pada tafsir yang bebas terhadap agama dengan konteks kekinian," tutur Lukman Hakim.

Pendidikan memiliki peran dalam mempromosikan Islam wasathiyah atau moderat di Indonesia. Pemerintah memiliki sejumlah lembaga pendidikan dengan di dalamnya terdapat materi keagamaan yang mendorong pada moderasi beragama.

Dari pendidikan, kata dia, Islam wasathiyah juga dipromosikan. Melalui siswa didik mereka akan menjadi agen promotor Islam moderat. Agar memiliki sifat wasathiyah seseorang harus memiliki pengetahuan yang dalam, wawasan luas serta hati yang jernih.

Kemenag melalui madrasah, pesantren dan sekolah keagamaan terus mempromosikan Islam moderat. Dengan begitu, pemikiran Islam sebagai rahmat alam semesta dapat terus dipelihara. Islam rahmatan lil'alamin sudah ada sejak zaman dahulu di Nusantara. Terbukti, Islam yang masuk ke Indonesia dengan cara yang damai.

"Hanya saja, perlu upaya untuk terus menjaga Islam Wasathiyah agar terus ada di Indonesia seiring kuatnya gempuran paham dari luar terutama yang sifatnya radikal dan liberal. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pendidikan," tuturnya, dikutip ngopibareng.id, Minggu 22 September 2019.

Menteri Agama Lukman Hakim mengungkapkan hal itu, tekait kunjungan Syekh Dr. Usamah beserta rombongan di kantornya, belum lama ini. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Menteri Agama di Kemenag Lapangan Banteng, Jakarta.

Dengan mengenakan pakaian putih dan berpeci, Menag Lukman Hakim berbincang hangat dengan Syekh dari Mesir tersebut. Banyak hal yang menjadi bahan pembicaraan, di antaranya terkait moderasi dalam beragama.

Dalam pertemuan singkat selama tiga puluh menit tersebut, Syekh Dr. Usamah sempat memberikan sebuah kitab kepada Menteri Agama. Menurutnya, kitab tersebut dapat dipelajari dan dijadikan sebagai referensi dalam moderasi keberagamaan di Indonesia.

Turut mendampingi Menag, Sekretaris Menteri Khoirul Huda, yang sekaligus penerjemah Bahasa Arab-Indonesia, Staf Ahli Bidang Manajemen Komunikasi dan Informasi Kemenag Oman Fathurahman, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi Balitbang Muhammad Zain.