KH Achmad Azaim Ibrohimy. (Foto: Istimewa)

Terhindar Covid-19, Al-Hikam: Harapan Harus Diikuti Tindakan

Islam Sehari-hari 20 June 2020 16:45 WIB

Berbagai ragam cara dilakukan untuk menekan penyebaran virus Corona di masa pandemi Covid-19. Ada yang melalui harapan doa, harapan istighotsah, dan Khatmul Qur’an.

KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Asembagus Situbondo mengingatkan, langkah lahir batin harus dilakukan agar selamat dari pandemi Covid-19.

Demikian pula pesan Syaikh Ibnu Athoillah as-Sakandari dalam kitab Hikam:

Al-Rajaa-u maa qaaranahuu ‘amalun wa illaa fahuwa umniyatun”

Artinya, harapan adalah kehendak yang harus diikuti dengan amal perbuatan, kalau tidak demikian hanya angan-angan. Harapan adalah sifat mulia, dan termasuk sifat orang-orang yakin, tumbuh atas kesungguhan dan kesadaran.

Diingatkan, harapan itu sendiri adalah sifat yang menghiasi kita semua ketika berdoa dan beristighasah. Kita berharap lepas dari Pandemi Covid-19 sesuai dengan tuntunan Rasulullah Saw dimana harapan tersebut paralel dengan usaha maksimal .

Berusaha optimal agar negeri ini segera reda dan bebas dari virus seyogyanya tidak berbenturan dengan sunah Rasulullah SAW dan tidak ada kesenjangan antara harapan dan praktiknya.

Dua hal ini sungguh sangat diperlukan dalam menekan penyebaran Pandemi covid-19 rajin berdoa dan disiplin melaksanakan kebijakan pemerintah seperti jaga jarak, tidak keluar rumah, pakai masker, dan menjaga kesehatan fisik dan psikis.

Ma’ruf al-Karakhiy berkata: “Menuntut Surga tidak dengan amal sama dengan berbuat dosa, mengharap syafaat tanpa sebab adalah tertipu, mengharap rahmat-Nya tanpa implimentasi adalah suatu kebodohan.

Memang benar, bahwasannya apapun yang kita harapkan dari pandemi Covid-19 ini tidak akan tercapai apabila harapan dan doa itu tidak dituangkan dalam amal perbuatan.

Memang benar, apapun yang kita harapkan dari pandemi Covid-19 ini tidak akan tercapai apabila harapan dan doa itu tidak dituangkan dalam amal perbuatan.

Nabi Muhammad Saw bersabda: “Orang pandai adalah orang yang mengoreksi dirinya, dan beramal untuk menunggu mati. Sedangkan orang yang bodoh adalah suka mengikuti hawa nafsunya dan mengharapkan bermacam angan-angan.

Imam al-Hasan berkata: “Ada orang yang tertipu oleh angan-angan menginginkan ampunan sehingga mereka keluar dari dunia sedangkan mereka belum membawa kebaikan amal, sembari beliau membaca QS.al-Fusshilat:23.

Semoga ikhtiar yang kita lakukan untuk pencegahan virus Corona memberikan hasil yang optimal. Amin.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

30 Jun 2020 08:45 WIB

Arthur dengan Pjanic Ditukar Tambah, Barca Masih Raih Untung

Liga Spanyol

Pjanic melalui akun instagram menyampaikan salam perpisahan kepada Juventus

30 Jun 2020 08:36 WIB

Jatim Kemarin, Risma Nangis dan Dr Soetomo Bantah Ditelepon Risma

Jawa Timur

Berita Ngopibareng.id kemarin dari Jawa Timur.

30 Jun 2020 07:38 WIB

Presiden Minta Ada Trobososan Baru Hadapi Covid-19

Nasional

Pemerintah harus turun memberikan panduan kepada daerah.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...