Ilustrasi perempuan korban kekerasan seksual. (Foto: Ilustrasi)

Terbujuk Rayu Diantar ke Air Terjun, Wisatawan Perancis Jadi Korban Pemerkosaan

21 Jun 2018 15:47

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Terbujuk rayuan akan diantarkan ke obyek wisata, seorang wisatawan perempuan asal Perancis berinisial MB (22), menjadi korban perkosaan. MB diperkosa oleh seorang pria yang mengaku sebagai pemandu wisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). MB memang liburan sendirian di Labuan Bajo, tanpa ditemani teman atau keluarga. Usai mengalami kejadian yang menyedihkan itu, MB lalu melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Kepolisian.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Julisa Kusumowardono, mengatakan, kejadian itu bermula ketika pelaku yang diidentifikasi berinisial A, mengantar MB untuk melihat obyek wisata air terjun Cunca Wulang, Selasa 12 Juni 2018. Keduanya berangkat menggunakan sepeda motor, ke lokasi air terjun yang berada di Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat.

Sebelum tiba di air terjun itu, lanjut Julisa, mereka sempat bertemu dengan sejumlah pemuda yang sedang mabuk minuman keras. Keduanya melintas tanpa diganggu oleh gerombolan pemuda dan tiba di air terjun. Setelah puas menikmati keindahan air terjun, keduanya bersepakat untuk pulang ke tempat penginapan korban pada sore hari.

"Namun, dalam perjalanan pulang, atau tepatnya di semak-semak, pelaku lalu meminta korban untuk berhubungan badan, namun ditolak oleh korban," kata Julisa Kamis 21 Juni 2018. Karena ditolak, pelaku kemudian mengancam akan memberitahukan kepada para pemuda mabuk yang tak jauh dari tempat keduanya, untuk ramai-ramai memerkosa korban.

"Korban pun ketakutan dan terpaksa melayani nafsu pelaku," ucap Julisa. Usia memerkosa korban, pelaku lalu mengantar pulang korban ke penginapannya di Labuan Bajo. Namun saat tiba di kota Labuan Bajo, korban meminta untuk diantar ke rumah sakit. Usai mengantar korban, pelaku kemudian melarikan diri.

"Peristiwa itu dilaporkan ke kepolisian, Rabu 13 Juni pukul 15.00 WITA," ungkap Julisa. Julisa mengatakan, pihaknya saat ini masih memburu pelaku. (amr)